Bogordaily.net – Kawasan Gunung Gede kembali menjadi sorotan publik setelah ditemukannya tumpukan sampah yang ditinggalkan oleh pendaki.
Temuan ini memicu keprihatinan sekaligus kemarahan warganet terhadap rendahnya kesadaran sebagian oknum pendaki dalam menjaga kelestarian alam.
Fenomena ini mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi jalur pendakian dipenuhi sampah viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat berbagai jenis limbah seperti plastik, sisa makanan, hingga kemasan instan berserakan di beberapa titik jalur.
“Lagi Sampah Ditemukan di Gunung Gede, Ulah Pendaki Tak Bertanggung Jawab” tulisnya dalam keterangan video dikutip pada Selasa, 14 April 2026.
Akibat ulah tersebut, petugas taman nasional bersama relawan terpaksa kembali turun tangan melakukan aksi bersih-bersih di kawasan gunung.
Padahal, secara prinsip, setiap pendaki memiliki kewajiban untuk membawa kembali sampah yang mereka hasilkan selama perjalanan.
Kondisi ini menjadi ironis karena kegiatan pendakian seharusnya identik dengan kecintaan terhadap alam, bukan justru meninggalkan jejak kerusakan.
Para relawan mengaku, kegiatan pembersihan seperti ini bukan pertama kali dilakukan. Bahkan dalam beberapa kesempatan sebelumnya, mereka juga menemukan volume sampah yang tidak sedikit, terutama saat musim liburan atau akhir pekan.
Ancaman Serius bagi Ekosistem Gunung
Keberadaan sampah di kawasan pegunungan bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga berdampak langsung pada ekosistem.
Sampah plastik yang sulit terurai dapat mencemari tanah dan sumber air, serta membahayakan satwa liar yang hidup di sekitar kawasan tersebut.
Selain itu, sisa makanan yang dibuang sembarangan juga berpotensi mengubah perilaku hewan, membuat mereka terbiasa dengan kehadiran manusia dan makanan instan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka keseimbangan alam di Gunung Gede bisa terganggu dalam jangka panjang.
Kembali ditemukannya sampah dalam jumlah cukup banyak menimbulkan pertanyaan besar mengenai kesadaran para pendaki.
Padahal, berbagai aturan dan imbauan terkait kebersihan sudah sering disampaikan oleh pengelola kawasan, termasuk prinsip “leave no trace” atau tidak meninggalkan jejak.
Namun, kenyataannya masih ada saja oknum yang mengabaikan tanggung jawab tersebut.
Aksi ini pun menuai berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan perilaku tidak bertanggung jawab tersebut dan berharap ada tindakan tegas terhadap pelanggar.
