Monday, 20 April 2026
HomePolitikJusuf Kalla Meradang, Buka Suara Soal Tudingan Ijazah Jokowi

Jusuf Kalla Meradang, Buka Suara Soal Tudingan Ijazah Jokowi

Bogordaily.net – Nama Jusuf Kalla kembali berada di pusaran isu nasional. Kali ini bukan soal ekonomi atau perdamaian, melainkan tudingan yang menyentuh langsung reputasinya.

Ia dituding ikut mendanai polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Tuduhan itu membuatnya geram.

Di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), Jusuf Kalla tidak lagi berbicara datar. Ia menahan, tapi tidak menyembunyikan kekesalannya.

Baginya, tudingan yang dilontarkan Rismon Sianipar sudah melebar ke mana-mana—menyeret banyak nama tanpa dasar yang jelas.

“Semua dituduh. Saya, Puan, SBY, siapa saja. Ini pengalihan,” ujarnya. Ia bahkan membantah keras tudingan memberikan dana hingga Rp5 miliar.

“Ketemu saja tidak, kenal pun tidak,” tambahnya, sambil menyebut bukti komunikasi yang ia miliki.

Jusuf Kalla juga mengaku sempat dihubungi oleh Rismon dan Roy Suryo. Namun, ia memilih tidak merespons.

Alasannya sederhana: ia ingin tetap berada di posisi netral di tengah panasnya isu ijazah tersebut.

Namun, netral bukan berarti diam. Jusuf Kalla merasa ada sesuatu yang janggal. Ia menyebut polemik ini muncul tak lama setelah dirinya melaporkan tudingan tersebut ke pihak kepolisian.

Di titik ini, pembicaraan bergeser. Bukan lagi sekadar bantahan. Jusuf Kalla mulai membuka lembar lama—perannya dalam perjalanan politik Jokowi.

Ia mengklaim sebagai sosok yang membawa Jokowi dari Solo ke panggung nasional di Jakarta. Bahkan, ia menyebut dirinya yang mengusulkan nama Jokowi kepada Megawati Soekarnoputri saat Pilkada DKI Jakarta.

“Jokowi jadi presiden karena saya,” katanya tegas.

Pernyataan itu tentu bukan tanpa konteks. Jusuf Kalla menjelaskan, saat itu pencalonan Jokowi sebagai presiden tidak akan berjalan tanpa dirinya sebagai pendamping.

Ia mengungkap bahwa Megawati menginginkan dirinya menjadi wakil presiden untuk membimbing Jokowi yang dinilai belum cukup pengalaman.

Ia bahkan mengaku sempat ingin menolak dan kembali ke Makassar. Namun permintaan itu, menurutnya, datang langsung dari Megawati.

Di tengah nada tinggi itu, Jusuf Kalla tetap menyelipkan satu hal penting: ia percaya ijazah Jokowi asli. Namun, ia menyarankan agar persoalan ini segera diselesaikan secara terbuka.

“Sudahlah, kasih lihat saja ijazahnya,” ujarnya.

Bagi Jusuf Kalla, polemik ini sudah terlalu lama. Dua tahun masyarakat, katanya, dibiarkan terbelah. Saling curiga. Saling serang.

Ia tidak ingin itu berlanjut.

Di sinilah Jusuf Kalla berdiri—di antara masa lalu yang ia bangun, dan masa kini yang mulai mempertanyakan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here