Monday, 27 April 2026
HomePolitikAktivis Lintas Generasi Rilis Maklumat Politik, Soroti Arah Demokrasi hingga Etika Kekuasaan

Aktivis Lintas Generasi Rilis Maklumat Politik, Soroti Arah Demokrasi hingga Etika Kekuasaan

Bogordaily.net — Ratusan aktivis lintas generasi yang tergabung dalam forum BAKOR Jakarta menggelar pertemuan pada 18 April 2026 di Jakarta. Forum ini mempertemukan aktivis era 1980-an, 1990-an, hingga Generasi Z dalam satu agenda bersama: menyuarakan kegelisahan atas arah demokrasi dan tata kelola negara.

Dalam maklumat politik yang dirilis, para aktivis menilai terdapat kecenderungan penurunan kualitas demokrasi dalam satu dekade terakhir. Mereka menyoroti berbagai aspek, mulai dari etika bernegara, praktik kekuasaan, hingga dinamika ekonomi yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keadilan sosial.

Forum tersebut menyebut bahwa fenomena yang terjadi saat ini menyerupai konsep “banality of evil” atau banalitas kejahatan, di mana praktik yang dinilai menyimpang justru dianggap sebagai hal yang lumrah. Korupsi, praktik politik dinasti, hingga relasi kedekatan dalam kekuasaan disebut menjadi sorotan utama.

Selain itu, aktivis juga menilai biaya ekonomi yang tinggi telah berubah menjadi mekanisme sistematis yang berpotensi merugikan masyarakat luas. Dalam konteks kebijakan publik, sejumlah program seperti bantuan sosial dan inisiatif ekonomi dinilai perlu diawasi secara ketat agar tetap tepat sasaran dan tidak sarat kepentingan politik.

Dari sisi tata kelola negara, forum ini menyoroti adanya kecenderungan pergeseran dari konsep negara kesejahteraan (welfare state) menuju praktik yang dinilai lebih eksploitatif. Kritik terhadap kebijakan, menurut mereka, tidak selalu direspons dengan perbaikan, melainkan kerap dihadapi dengan narasi tandingan.

Para aktivis juga menggarisbawahi pentingnya menjaga ruang kebebasan sipil. Mereka menyinggung adanya kekhawatiran terkait tekanan terhadap suara kritis serta potensi penyempitan ruang demokrasi, termasuk dalam relasi antara aparat negara dan masyarakat sipil.

Dalam maklumat tersebut, masyarakat sipil diminta untuk tetap aktif mengawal konstitusi dan memastikan demokrasi berjalan sesuai prinsipnya. Aktivis lintas generasi ini juga menekankan pentingnya regenerasi melalui pendidikan politik yang inklusif dan non-partisan.

Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati konsolidasi jaringan aktivis lintas kota di wilayah Jawa dan Sumatera guna memperkuat gerakan masyarakat sipil. Selain itu, mereka mendorong penguatan pendidikan politik sebagai fondasi gerakan yang tidak hanya berbasis aksi, tetapi juga pemikiran kritis.

“Gerakan ini tidak hanya berhenti pada aksi di lapangan, tetapi juga memperkuat basis intelektual melalui pendidikan politik,” demikian salah satu poin dalam maklumat tersebut.

Forum BAKOR Jakarta menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, buruh, dan petani.

Maklumat tersebut ditutup dengan seruan untuk menjaga kesadaran kolektif dalam mengawal arah bangsa. Para aktivis menilai masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kekuasaan, tetapi juga oleh partisipasi aktif rakyat dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan keadilan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here