Friday, 1 May 2026
HomeKota BogorHujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kota Bogor, 8 Kejadian Bencana Terjadi...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kota Bogor, 8 Kejadian Bencana Terjadi dalam Sehari

Bogordaily.net – Cuaca ekstrem kembali melanda Kota Bogor pada Kamis petang, 30 April 2026.

Hujan deras yang mengguyur selama kurang lebih tiga jam, sejak sore hingga malam hari, disertai angin kencang, memicu serangkaian bencana di berbagai wilayah.

Dampak dari cuaca ekstrem tersebut cukup signifikan. BPBD Kota Bogor mencatat sedikitnya delapan kejadian bencana dalam satu hari, yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, delapan kejadian tersebut terdiri dari tiga peristiwa tanah longsor, empat kejadian dampak cuaca ekstrem seperti angin kencang, serta satu kejadian banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa intensitas hujan tinggi menjadi faktor utama pemicu bencana.

“Berdasarkan laporan harian, total ada delapan kejadian bencana yang tersebar di sejumlah kecamatan, didominasi longsor dan dampak cuaca ekstrem,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tanah yang labil serta usia bangunan yang sudah tua turut memperbesar risiko kerusakan saat hujan deras melanda.

Longsor Besar Putus Akses Warga di Paledang

Salah satu kejadian paling menonjol terjadi di Kelurahan Paledang. Longsoran tanah dengan tinggi sekitar 25 meter dan lebar mencapai 120 meter menyebabkan akses jalan warga terputus.

Tak hanya itu, material longsor juga merusak fasilitas umum serta sejumlah rumah di sekitarnya, sehingga mengganggu aktivitas warga.

Rumah Kontrakan Ambruk di Gunungbatu

Peristiwa longsor lainnya terjadi di Kelurahan Gunungbatu. Tanah yang tergerus aliran kali menyebabkan bagian belakang rumah kontrakan ambruk.

Material longsoran bahkan turut menimpa pipa milik PDAM, yang berpotensi mengganggu distribusi air bersih di wilayah tersebut.

Banjir Putus Jembatan di Sukaresmi

Selain longsor, bencana banjir juga terjadi di Kelurahan Sukaresmi. Meluapnya aliran Kali Pasangrahan menyebabkan air menggenangi permukiman warga.

Dampaknya, sebuah jembatan kayu milik warga dilaporkan putus, sehingga akses penghubung antarwilayah sempat terganggu.

Di lokasi yang sama, angin kencang memperparah kondisi dengan menerbangkan atap rumah warga hingga menimpa bangunan lain di sekitarnya. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan materiil cukup signifikan.

Rumah Ambruk di Bubulak, Warga Mengungsi

Sementara itu, di Kelurahan Bubulak, satu unit rumah dilaporkan ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak mampu menahan derasnya hujan.

Penghuni rumah terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat terdekat.

Kejadian serupa juga menimpa rumah warga lainnya di kawasan tersebut, di mana bagian atap runtuh akibat material yang sudah rapuh. Penanganan darurat dilakukan dengan pemasangan terpal untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

BPBD memastikan seluruh kejadian telah ditangani dengan cepat oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) bersama aparat wilayah setempat.

Petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment, koordinasi lintas instansi, serta penanganan darurat bagi warga terdampak.

Meski sejumlah bencana terjadi, kondisi tinggi muka air di Bendung Katulampa dan Bendung Empang dilaporkan masih dalam status normal atau siaga empat.

Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan lanjutan yang dapat disertai kilat dan angin kencang dalam durasi singkat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here