Bogordaily.net – Peristiwa kecelakaan tragis terjadi di depan SDN Sukaratu 5, Kabupaten Pandeglang, yang melibatkan kendaraan milik pejabat daerah dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan pelajar.
Sebuah mobil Toyota Innova dengan nomor polisi A-1633-BF yang dikemudikan oleh Ahmad Mursidi dilaporkan menabrak kerumunan siswa yang tengah berada di area depan sekolah saat jam istirahat berlangsung.
Insiden ini mengakibatkan satu orang siswa meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Kronologi Kecelakaan di Depan Sekolah
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, kendaraan tersebut melaju dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung.
Namun, saat mendekati lokasi kejadian, mobil tiba-tiba kehilangan kendali dan bergerak ke arah kanan hingga akhirnya menghantam kerumunan yang berada di depan sekolah.
Kasatlantas Polres Pandeglang, Surya Muhammad, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan banyak korban.
“Kita menjelaskan terkait kecelakaan lalu lintas di depan SDN Sukaratu 5, yang melibatkan kendaraan Toyota Innova hitam yang dikendarai oleh saudara Ahmad Mursidi, yang menabrak kerumunan anak sekolah yang ada di depan SD,” kata AKP Surya.
Dalam kejadian tersebut, total korban mencapai sembilan orang. Mayoritas korban merupakan siswa sekolah dasar yang sedang beraktivitas di luar kelas.
Selain pelajar, dua korban lainnya diketahui merupakan warga sekitar yang sedang berjualan dan bekerja sebagai sales di lokasi kejadian.
“Korban meninggal dunia satu orang,” imbuhnya.
Sementara itu, korban lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda dan saat ini tengah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat.
Seorang guru di SDN Sukaratu 5, Rika, mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, tepat saat para siswa sedang menikmati waktu istirahat.
Menurutnya, situasi berubah menjadi panik dalam hitungan detik ketika mobil tiba-tiba meluncur ke arah kerumunan.
“Anak lagi jajan, menurut keterangan ada mobil di depan nabrak sales dulu, lalu nabrak anak-anak, anak-anak udah ada yang di dalam kolong mobil, berdarah-darah sampai ada yang kritis,” ungkapnya.
Keterangan tersebut menggambarkan betapa cepat dan mengerikannya peristiwa tersebut terjadi, hingga beberapa siswa bahkan terjebak di bawah kendaraan.
Kondisi Pengemudi Jadi Sorotan
Fakta lain yang menarik perhatian dalam insiden ini adalah kondisi pengemudi saat kejadian berlangsung.
Diketahui, Ahmad Mursidi merupakan pejabat aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Menurut keterangan saksi, saat mengemudi, ia dalam kondisi sakit dan menggunakan alat bantu pernapasan.
“Jadi dia itu kepala dinas, posisi lagi memakai infus (oksigen), dia lagi sakit, menurut keterangan dia sakit diabetes,” pungkasnya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait kelayakan pengemudi dalam mengoperasikan kendaraan di kondisi kesehatan tertentu.
Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Pengemudi telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang.
“Pengemudi masih kita mintai keterangan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang,” katanya.
Penyelidikan akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi kendaraan, faktor kesehatan pengemudi, hingga kemungkinan kelalaian dalam berkendara.***
