Saturday, 2 May 2026
HomeKabupaten BogorFenomena Langka Awan Warna-Warni Muncul di Langit Bogor Timur, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena Langka Awan Warna-Warni Muncul di Langit Bogor Timur, Ini Penjelasan BMKG

bogordaily.net – Fenomena langka warna warni muncul di langit wilayah timur Kabupaten Bogor menghebohkan jagat maya pada Jum’at 1 Mei 2026 siang.

Adapun, fenomena tersebut sempat menghadirkan kejutan yang memikat perhatian banyak orang.

Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut karena tampilannya yang tidak biasa, menyerupai pelangi yang membentang di antara awan.

Namun di balik keindahannya, sebagian masyarakat sempat bertanya-tanya mengenai makna fenomena tersebut.

Tidak sedikit yang mengaitkannya dengan tanda-tanda cuaca ekstrem atau bahkan potensi bencana.

Menanggapi hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan berbagai spekulasi yang beredar.

BMKG memastikan bahwa fenomena awan warna-warni di langit Sentul City, Bogor, Jumat 1 Mei 2026, merupakan fenomena alam biasa.

BMKG menegaskan, kemunculan awan yang menyerupai pelangi itu bukan indikasi datangnya badai besar atau bencana.

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa, warna-warni di awan tersebut muncul akibat pembiasan cahaya matahari pada butiran air di udara.

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan awan aktif di atmosfer yang berpotensi memicu hujan lokal.

Ia menjelaskan, metika cahaya matahari bertemu dengan partikel air dalam kondisi tertentu, maka akan terjadi pembiasan yang menghasilkan spektrum warna seperti pelangi.

“Sumber butiran air bisa berasal dari sisa hujan atau hujan yang terjadi di wilayah berdekatan. Sehingga bentuknya terlihat tidak utuh atau tampak seperti ‘awan pelangi’,” ujar Ida dikutip, Sabtu 2 Mei 2026.

Sementara itu, kata Ida, fenomena ini berbeda dengan pelangi pada umumnya yang memiliki bentuk lengkung sempurna.

“Awan pelangi cenderung tampak tidak beraturan karena terbentuk pada lapisan awan dengan distribusi partikel air yang tidak merata,” ungkap dia.(Albin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here