Monday, 4 May 2026
HomeKota BogorHujan Lebat di Kota Bogor Picu Longsor dan Runtuhan Pagar di Pasirjaya,...

Hujan Lebat di Kota Bogor Picu Longsor dan Runtuhan Pagar di Pasirjaya, Pemkot Sampaikan Duka Mendalam Terhadap Korban Meninggal

Bogordaily.net – Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Minggu malam, 3 Mei 2026, tidak hanya meninggalkan genangan air di jalanan, tetapi juga menyisakan kisah duka di sebuah sudut permukiman RW 15, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat.

Seorang perempuan muda bernama Widya (24) harus meregang nyawa setelah tertimpa material pagar yang roboh akibat pergerakan tanah yang tidak lagi stabil.

Peristiwa itu terjadi di tengah cuaca ekstrem yang dalam beberapa hari terakhir terus melanda wilayah Kota Hujan.

Menurut keterangan warga sekitar, kondisi lingkungan saat itu sebenarnya sudah mulai memburuk sejak sore hari. Curah hujan yang sangat tinggi membuat tanah di sekitar rumah warga menjadi lembek dan rawan bergeser.

Saat hujan mulai mereda, korban diduga keluar rumah untuk pergi ke warung terdekat tanpa menyadari bahwa struktur pagar di sekitar rumahnya sudah dalam kondisi kritis. Tak lama setelah itu, pagar yang berdiri di atas tanah labil tersebut tiba-tiba ambruk dan menimpa korban.

Pemkot Bogor Turun ke Lokasi dan Ungkap Kondisi Cuaca Ekstrem

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, yang langsung meninjau lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca pada hari tersebut berada pada level ekstrem berdasarkan data BPBD Kota Bogor.

“Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memang patut diwaspadai. Tadi BPBD melaporkan intensitas hujan lebih dari 110 milimeter, yang masuk kategori sangat lebat dan hampir terjadi di seluruh wilayah Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi saat meninjau ke lokasi.

Kejadian di Pasirjaya bukan satu-satunya dampak dari hujan ekstrem tersebut. Pemerintah Kota Bogor mencatat adanya beberapa titik lain yang juga terdampak, mulai dari banjir lintasan hingga tanah tergerus di beberapa wilayah RW.

Selain itu, pohon tumbang dan kerusakan atap rumah warga juga terjadi di beberapa lokasi berbeda, memperlihatkan bahwa kondisi cuaca saat itu benar-benar berdampak luas terhadap permukiman warga.

Melihat situasi yang terus berulang, Pemkot Bogor kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bencana hidrometeorologi, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi secara terus-menerus.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar agar risiko banjir dan longsor dapat diminimalisasi.

“Selain tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, kami juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tetap lancar. Pemkot Bogor pun akan terus melakukan langkah antisipatif melalui normalisasi saluran air dan upaya mitigasi lainnya,” katanya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here