Monday, 4 May 2026
HomeKota BogorJembatan Pasirjaya Bogor Ambruk Diterjang Banjir, Akses Warga Terputus Total

Jembatan Pasirjaya Bogor Ambruk Diterjang Banjir, Akses Warga Terputus Total

Bogordaily.net – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor sejak Minggu hingga Senin, 4 Mei 2026 memicu bencana serius di kawasan Kelurahan Pasirjaya.

Sebuah jembatan penghubung antara RW 04 dan RW 03 dilaporkan ambruk setelah diterjang arus deras banjir.

Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba di tengah meningkatnya debit air sungai, membuat warga sekitar panik dan bergegas menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.

Jembatan yang selama ini menjadi akses vital warga itu tak mampu bertahan menghadapi derasnya arus. Struktur yang sebelumnya sudah dalam kondisi rentan akhirnya runtuh setelah fondasinya terkikis air.

Arus Sungai Cikaret Menggila

Ambruknya jembatan diduga kuat dipicu oleh lonjakan debit air Sungai Cikaret yang terjadi dalam waktu singkat. Air yang mengalir deras menggerus bagian bawah jembatan hingga menyebabkan struktur kehilangan penopang utama.

Kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus, sehingga tekanan terhadap bangunan di bantaran sungai meningkat drastis.

Akibatnya, jembatan yang menjadi jalur utama warga untuk beraktivitas sehari-hari itu akhirnya ambruk dan tidak bisa lagi digunakan.

Putusnya akses penghubung tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga. Kini, masyarakat harus menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Aria Surialaga dengan jarak yang lebih jauh dan waktu tempuh yang lebih lama.

Situasi ini menambah beban warga yang sebelumnya sudah terdampak kondisi cuaca ekstrem. Aktivitas harian, termasuk bekerja, bersekolah, hingga distribusi logistik menjadi terganggu.

BPBD Lakukan Pendataan dan Siapkan Evakuasi

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menjelaskan bahwa tingginya debit air menjadi faktor utama kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut.

Menurutnya, sejumlah bangunan di bantaran sungai memang berada dalam kondisi rawan, sehingga tidak mampu menahan tekanan air saat terjadi peningkatan debit secara drastis.

Saat ini, BPBD bersama aparat wilayah setempat tengah melakukan pendataan terhadap warga terdampak. Selain itu, langkah evakuasi juga disiapkan, termasuk kemungkinan penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya tidak lagi aman untuk ditempati.

Tak hanya di Pasirjaya, rangkaian bencana juga terjadi di beberapa wilayah lain di Kota Bogor dalam waktu yang hampir bersamaan. Sedikitnya lima kejadian dilaporkan, termasuk di kawasan Kali Cikaret, Tanjaksari, hingga Randu Mekar.

Hal ini menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi memberikan dampak luas, terutama bagi wilayah yang berada di sekitar aliran sungai.

PUPR Siapkan Perbaikan dan Penguatan Tebing

Untuk penanganan jangka panjang, Dinas PUPR Kota Bogor dijadwalkan segera melakukan penguatan tebing di lokasi terdampak guna mencegah kerusakan lanjutan.

Selain itu, perbaikan jembatan yang ambruk juga akan diusulkan melalui skema anggaran darurat agar akses warga bisa segera dipulihkan.

Sebelum insiden jembatan, bencana serupa juga terjadi di wilayah yang sama. Sebuah bangunan masjid dilaporkan ambruk dan tersapu arus Sungai Cikaret pada Minggu malam, 3 Mei 2026.

Peristiwa tersebut dipicu oleh pengikisan tebing sungai yang sudah terjadi sejak sore hari sekitar pukul 18.30 WIB. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah fasilitas masjid seperti beduk dan karpet dilaporkan hilang terbawa arus.

Rangkaian kejadian ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan bantaran sungai. Perubahan cuaca yang ekstrem dapat memicu bencana dalam waktu singkat.

Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko, terutama di tengah musim hujan yang masih berlangsung.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here