Friday, 8 May 2026
HomeEkonomiLaba Indocement Naik Tipis di Kuartal I-2026, Ekspor Melonjak Saat Pasar Domestik...

Laba Indocement Naik Tipis di Kuartal I-2026, Ekspor Melonjak Saat Pasar Domestik Melemah

Bogordaily.net — PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatat pertumbuhan laba bersih yang tetap solid pada kuartal pertama 2026, di tengah tekanan pasar domestik dan kenaikan biaya energi global.

Perusahaan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp215,2 miliar pada Kuartal I-2026, naik 2,1% dibandingkan Rp210,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Corporate Secretary Indocement, Dani Handajani, mengatakan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan volume ekspor yang signifikan. Total volume penjualan semen dan klinker tercatat tumbuh 1,8% menjadi 4,44 juta ton.

“Lonjakan ekspor mencapai 239% menjadi 252 ribu ton, yang membantu mengimbangi penurunan penjualan domestik sebesar 2,3%,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).

Dari sisi top line, pendapatan neto tercatat Rp3,84 triliun, turun 3,3% secara tahunan akibat melemahnya pasar domestik. Meski demikian, perusahaan mampu menekan beban pokok pendapatan hingga 3,9%, sehingga margin laba bruto tetap terjaga di level 28,6%.

Di sisi korporasi, Indocement akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Mei 2026. Agenda utamanya adalah usulan pembatalan saham hasil buyback periode 2021–2022 sebanyak maksimal 84,52 juta saham sebagai bagian dari pengurangan modal.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan program pembelian kembali saham baru dengan nilai maksimal Rp750 miliar yang akan berlangsung mulai 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027.

Dalam langkah ekspansi, Indocement menggandeng Mondi Industrial Bags GmbH, bagian dari Mondi Group, untuk membentuk usaha patungan (joint venture/JV). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan rantai pasok kantong semen.

Indocement akan memegang 40% saham JV, sementara Mondi menguasai 60%. Fasilitas produksi direncanakan berlokasi di kompleks pabrik Citeureup, dengan Indocement sebagai pelanggan utama.

Di tengah prospek industri, perusahaan menyoroti risiko kenaikan biaya energi akibat ketegangan geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini berpotensi menekan daya beli serta memperlambat belanja proyek baru.

Selain itu, industri semen nasional masih menghadapi masalah kelebihan kapasitas yang menyebabkan rendahnya tingkat utilisasi pabrik.

Manajemen menegaskan, strategi efisiensi operasional dan optimalisasi distribusi akan menjadi kunci untuk menjaga kinerja di tengah ketidakpastian pasar.

Sebagai informasi, Indocement merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dengan merek utama seperti Semen Tiga Roda. Perusahaan mengoperasikan total kapasitas produksi hingga 33,5 juta ton per tahun yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here