Bogordaily.net – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baranangsiang Polresta Bogor Kota II resmi dibuka di wilayah Bogor Timur sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Peresmian dilakukan melalui kegiatan seremonial berupa penandatanganan prasasti dan pemotongan pita yang dilakukan langsung oleh Kapolresta Bogor Kota sebagai simbol dimulainya operasional fasilitas pelayanan gizi tersebut.
SPPG Baranangsiang hadir melalui kolaborasi antara Polresta Bogor Kota dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor dalam mendukung program pelayanan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan peresmian turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting di Kota Bogor, di antaranya Ketua TP PKK Kota Bogor Yanti Rachim, Kapolresta Bogor Kota, Dandim 0606 Kota Bogor, Dandenpom III/1 Bogor, jajaran Kadin Kota dan Kabupaten Bogor, serta unsur pemerintahan lainnya.
Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi dapur pelayanan gizi yang mendukung pemenuhan kebutuhan makanan sehat dan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
Kehadiran SPPG Baranangsiang sekaligus menambah fasilitas pelayanan gizi di Kota Bogor setelah sebelumnya unit pertama telah berdiri di kawasan Cibalagung.
Ketua Kadin Kota Bogor, Maryati Dona Hasanah, menjelaskan bahwa SPPG Baranangsiang dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 10 Mei 2026 setelah seluruh persiapan teknis dan administrasi dinyatakan selesai.
“SPPG Baranangsiang ini adalah bentuk kolaborasi daripada Polresta Bogor Kota dengan Kadin Kota Bogor. Ini adalah SPPG kedua, yang pertama itu di daerah Jabalagung dan ini yang kedua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum mulai beroperasi, pihaknya telah melengkapi berbagai sertifikasi penunjang guna memastikan keamanan dan kualitas layanan.
“Alhamdulillah sebelum beroperasional kami sudah melengkapi dengan berbagai macam sertifikasi, yaitu sertifikasi penjamah sampai dengan lab air dan juga SLHS atau Sertifikat Laik Higiene Sanitasi,” katanya.
Menurutnya, secara teknis operasional SPPG Baranangsiang tidak jauh berbeda dengan SPPG lainnya. Namun, fasilitas yang tersedia disebut telah memenuhi standar kualitas, mulai dari proses pengolahan hingga makanan diterima para penerima manfaat.
“Di dalam SPPG Baranangsiang ini sudah memenuhi standar kualitas sampai ke penerima manfaat itu,” jelasnya.
Tak hanya itu, pihak pengelola juga menerapkan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan sebelum didistribusikan. Salah satunya melalui rapid test makanan yang dilakukan setiap hari.
“Sebelum makanan didistribusikan, kami akan mengadakan rapid test untuk makanan. Itu akan kami lakukan setiap hari sebelum distribusi makanan diberikan,” ungkapnya.
Kadin Kota Bogor berharap keberadaan SPPG Baranangsiang dapat berjalan lancar dan menjadi salah satu fasilitas pelayanan gizi yang mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
(Fikri)
