Bogordaily.net – Anumerta itu apa? Tidak semua orang memahami istilah itu. Kata tersebut memang sering muncul ketika ada anggota polisi atau tentara gugur saat bertugas. Baru ketika nama Bripka Arya Supena ramai dibicarakan, banyak masyarakat kembali bertanya: anumerta itu apa sebenarnya.
Pagi itu di Bandar Lampung suasana mendadak mencekam. Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, yang biasanya ramai kendaraan berubah menjadi lokasi baku kejar dengan pelaku pencurian motor. Brigadir Arya Supena, anggota Banit III Subdit IV Ditintelkam Polda Lampung, berusaha menghentikan aksi dua pelaku curanmor.
Ia maju. Tidak mundur.
Namun pelaku justru melepaskan tembakan. Peluru mengenai tubuh Arya Supena. Polisi berusia 34 tahun itu sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Lampung. Sayang, nyawanya tidak tertolong.
Dari ruang forensik rumah sakit itu, jenazah Arya kemudian dibawa pulang ke Kota Metro, Lampung. Ia dimakamkan secara kedinasan. Rekan-rekannya berdiri tegak memberi penghormatan terakhir.
Negara pun memberikan penghargaan.
Pangkat Arya dinaikkan satu tingkat menjadi Bripka Anumerta.
Di sinilah publik kembali bertanya: anumerta itu apa?
Istilah anumerta berasal dari bahasa Sanskerta. “Anu” berarti setelah, sedangkan “merta” bermakna meninggal dunia. Dalam praktik kenegaraan, anumerta adalah penghargaan yang diberikan kepada seseorang setelah wafat, terutama bagi aparat negara yang gugur saat menjalankan tugas.
Di lingkungan Polri, penghargaan itu biasanya berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dibanding pangkat terakhir yang dimiliki sebelum meninggal dunia.
Arya Supena sebelumnya berpangkat Brigpol. Setelah gugur saat menjalankan tugas, ia mendapat penghormatan menjadi Bripka Anumerta.
Penghargaan itu bukan sekadar formalitas administrasi. Ada simbol besar di baliknya: negara mengakui pengorbanan anggotanya.
Dalam aturan Polri, ketentuan mengenai anumerta tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan Anggota Polri. Di sana dijelaskan bahwa kenaikan pangkat terdiri dari beberapa jenis: reguler, pengabdian, luar biasa, dan anumerta.
Kenaikan pangkat anumerta diberikan kepada anggota yang gugur ketika bertugas, meninggal dalam operasi negara, atau dinilai berjasa besar bagi institusi dan masyarakat.
Karena itu, ketika masyarakat bertanya anumerta itu apa, jawabannya bukan hanya soal kenaikan pangkat. Lebih dari itu, anumerta adalah penghormatan negara kepada mereka yang mempertaruhkan nyawa demi keamanan publik.
Kisah Arya Supena menjadi pengingat bahwa pekerjaan polisi tidak hanya soal seragam dan patroli. Ada risiko besar di balik tugas itu. Ada keluarga yang menunggu di rumah. Ada nyawa yang dipertaruhkan setiap hari.
Arya gugur saat mencoba menghentikan kejahatan.
Namanya kini dikenang lewat satu kata: anumerta.***
