Wednesday, 20 May 2026
HomeNasionalJumhur Hidayat Bongkar Kedekatan dengan Prabowo Subianto Sejak 1996, Singgung Perubahan Istana

Jumhur Hidayat Bongkar Kedekatan dengan Prabowo Subianto Sejak 1996, Singgung Perubahan Istana

Bogordaily.net – Jumhur Hidayat tampil dalam podcast perdananya setelah menjabat Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Hidup di kanal YouTube milik Refly Harun. Dalam perbincangan tersebut, keduanya membahas isu lingkungan hidup hingga perjalanan politik Jumhur bersama Presiden Prabowo Subianto.

Dalam podcast di Channel YouTube Refly Harun Official itu, Jumhur mengungkap dirinya telah mengenal Prabowo sejak 1996. Ia mengaku memiliki kesamaan pandangan dengan Prabowo, meski sempat tidak berada di barisan dukungan yang sama pada periode tertentu.

“Sudah siap mati kita,” ujar Jumhur saat mengenang perjuangannya mendukung Prabowo pada Pilpres 2019.

Jumhur juga menegaskan dirinya merasa tidak berubah sejak dulu. Menurutnya, justru perubahan terjadi di lingkar kekuasaan setelah pergantian pemerintahan dari era Joko Widodo ke Prabowo.

“Bukan saya yang berubah, tapi istana yang berubah,” kata Jumhur.

Dalam kesempatan itu, Jumhur menyoroti posisi Kementerian Lingkungan Hidup yang kini kembali berdiri terpisah dari Kementerian Kehutanan di era Prabowo. Menurut dia, selama satu dekade terakhir isu lingkungan hidup kurang mendapat ruang karena berada di bawah kementerian gabungan.

Ia menyebut Kementerian Lingkungan Hidup saat ini berperan sebagai lembaga pemberi sanksi bagi perusahaan yang melanggar aturan lingkungan. Namun, Jumhur ingin kementeriannya tidak hanya fokus pada hukuman, melainkan juga menghadirkan solusi bagi dunia usaha.

Sementara itu, Refly Harun mengungkap ketertarikannya terhadap isu kebersihan lingkungan. Ia mencontohkan budaya di Australia dan Amerika Serikat yang, menurut pengalamannya, sangat menekankan disiplin antre dan membuang sampah pada tempatnya.

Dari diskusi tersebut, muncul rencana kemitraan antara Channel YouTube Refly Harun Official dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk kampanye kebersihan dan kesadaran lingkungan.

Saat ditanya mengenai ambisi politiknya ke depan, Jumhur menjawab santai bahwa dirinya tidak memiliki target pribadi yang besar. Ia mengaku lebih ingin memiliki waktu bersama keluarga.

“Masih ada orang yang percaya kepada saya saja sudah disyukuri,” ujarnya.

Nama Jumhur sendiri sempat menjadi sorotan setelah disebut langsung oleh Prabowo dalam sebuah pidato. Presiden menyinggung perjalanan hidup Jumhur yang beberapa kali keluar masuk penjara sebelum akhirnya dipercaya menjadi menteri.

Menurut Jumhur, tantangan terbesar di Kementerian Lingkungan Hidup adalah menjaga integritas di tengah kuatnya kepentingan perizinan perusahaan. Ia bahkan menyebut keberhasilan paling sederhana adalah mampu bekerja tanpa terlibat praktik korupsi.

Kemitraan antara Jumhur dan Refly Harun diharapkan dapat memperkuat kampanye budaya hidup bersih di masyarakat, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kesadaran lingkungan di Indonesia.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here