Bogordaily.net – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Senin, 18 Mei 2026 menyebabkan sejumlah titik mengalami banjir dengan debit air cukup tinggi.
Selain menggenangi kawasan permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas umum di wilayah Kota Bogor.
Salah satu dampak paling parah terjadi di kawasan Jalan KH Abdullah bin Nuh, Yasmin, Kecamatan Bogor Barat. Derasnya arus air yang melintas di kawasan tersebut mengakibatkan tembok pembatas di area Perumahan Yasmin Sektor V roboh.
Kondisi itu langsung menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor. Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Rabu (20/5/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Jenal didampingi aparatur wilayah setempat untuk melihat kondisi tembok pembatas yang mengalami kerusakan cukup parah akibat diterjang banjir.
Saat berada di lokasi, Jenal Mutaqin menyebut banjir yang terjadi merupakan banjir lintasan yang datang dengan arus cukup besar sehingga menyebabkan air meluap ke permukiman dan merobohkan tembok pembatas.
“Ini banjir lintasan yang membuat air menggenang dan tembok di Perumahan Yasmin Sektor V roboh. Saya merespons swadaya masyarakat yang hari ini dilakukan,” ujar Jenal Mutaqin.
Menurutnya, langkah swadaya yang dilakukan warga untuk memperbaiki kembali tembok yang roboh patut diapresiasi. Namun ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Jenal menilai salah satu penyebab utama banjir di kawasan tersebut adalah tersumbatnya saluran air akibat tumpukan sampah.
Akibat drainase yang tidak berjalan optimal, air hujan meluap dan akhirnya menimbulkan tekanan besar hingga merobohkan tembok pembatas.
“Saluran ini ada hulunya juga, yang melintasi Sektor V ini dari permukiman. Jadi harus mawas diri, bahwa sampah itu harus dibuang pada tempatnya,” katanya.
Ia juga meminta pengurus lingkungan setempat untuk lebih aktif menggerakkan warga melakukan kegiatan bersih-bersih secara rutin, khususnya pada saluran drainase dan area yang rawan tersumbat sampah.
Kegiatan kerja bakti dinilai penting untuk mencegah terjadinya penyumbatan saluran air yang dapat memicu banjir saat hujan deras kembali turun.
“Untuk mengantisipasi drainase yang tertutup agar tidak menyebabkan banjir lagi,” ucapnya.
Selain meminta keterlibatan warga, Jenal Mutaqin juga menekankan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera menyusun langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.
Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor bersama pihak kecamatan melakukan koordinasi serius guna mencari solusi permanen terhadap persoalan banjir di kawasan tersebut.
Menurutnya, tanpa penanganan yang terukur dan berkelanjutan, banjir berpotensi kembali terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Saya meminta Dinas PUPR dan kecamatan berkoordinasi mencari rencana jangka pendek dan jangka panjang. Kita harus punya target dan progres, penyelesaian seutuhnya seperti apa. Kalau tidak, akan banjir lagi dan tidak akan ada solusi,” tegasnya.(*)
