Bogordaily.net — Sejumlah akademisi, aktivis, dan elemen masyarakat sipil akan menggelar “Konferensi Republik: Meneguhkan Civil Society Pilar Republik” di Ballroom University Club Universitas Gadjah Mada pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Forum tersebut disebut menjadi ruang konsolidasi masyarakat sipil untuk memperkuat keterlibatan publik dalam menentukan arah kebangsaan dan kewarganegaraan di tengah meningkatnya tekanan sosial-ekonomi nasional.
Panitia konferensi menyebut kegiatan itu akan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, dengan skema kehadiran luring maupun daring. Konferensi juga diklaim diselenggarakan secara gotong royong melalui dukungan swadaya berbagai pihak.
“Konferensi ini menjadi bentuk mendorong aktivitas bernapas republik,” tulis panitia dalam surat undangan resmi tertanggal 17 Mei 2026.
Dalam dokumen pengantar konferensi, panitia menyoroti pertanyaan mendasar mengenai kondisi republik saat ini. Mereka menilai situasi sosial dan ekonomi Indonesia belakangan menunjukkan tekanan yang semakin nyata, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat hingga menurunnya kepercayaan terhadap institusi publik.
Sorotan utama juga diarahkan pada gelombang demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi sepanjang Agustus hingga September 2025. Menurut panitia, aksi tersebut bukan sekadar peristiwa spontan, melainkan akumulasi persoalan struktural yang telah lama mengendap.
Beberapa isu yang disebut menjadi sumber kegelisahan publik antara lain ketimpangan ekonomi, misalokasi anggaran, melemahnya independensi lembaga negara, dominasi kelompok tertentu dalam ekonomi, hingga kebijakan publik yang dinilai tidak berbasis data dan kebutuhan masyarakat.
“Demonstrasi menjadi indikator bahwa mekanisme representasi formal tidak lagi memadai untuk menampung tekanan yang berkembang di masyarakat,” tulis dokumen tersebut.
Konferensi Republik juga menyinggung sisi kemanusiaan dari krisis sosial yang terjadi. Salah satunya melalui kasus kematian tragis Affan Kurniawan yang disebut merepresentasikan rentannya pekerja sektor informal di tengah tekanan ekonomi.
Panitia membuka peluang dukungan publik dalam berbagai bentuk, mulai dari kehadiran, publikasi, tenaga sukarela, kolaborasi, hingga bantuan teknis penyelenggaraan acara.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Panitia Pelaksana Dr. Syaiful Bahari, S.H., M.H., dengan Panji Dafa Amrtajaya, S.Pi. sebagai sekretariat konferensi.***
Gibran
