Bogordaily.net – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura (SGD) kembali mengalami tekanan dan mendekati level psikologis Rp14.000 pada perdagangan Jumat 29 Mei 2026 sore. Pergerakan ini menjadi sorotan karena menempatkan rupiah di salah satu posisi terlemahnya terhadap mata uang Negeri Singa sepanjang sejarah.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 15.25 WIB, rupiah tercatat melemah sebesar 49,24 poin atau 0,35 persen ke level Rp13.990 per dolar Singapura.
Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah semakin tergerus di tengah berbagai tekanan yang masih membayangi pasar keuangan domestik.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan transaksi menggunakan dolar Singapura, seperti pelaku bisnis impor, wisatawan, hingga masyarakat yang memiliki aktivitas pendidikan dan investasi di Singapura.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura bukan disebabkan oleh penguatan tajam mata uang Singapura. Menurutnya, SGD justru bergerak relatif stabil dalam beberapa hari terakhir.
Ia menjelaskan bahwa sumber utama tekanan berasal dari pelemahan rupiah itu sendiri yang terus berlanjut terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Ketika rupiah kehilangan nilai terhadap dolar AS, dampaknya juga terasa terhadap mata uang kuat lainnya, termasuk dolar Singapura.
Sebelumnya, rupiah juga ditutup melemah terhadap dolar AS di level Rp17.882 per dolar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang Garuda masih belum mereda meskipun kondisi global memberikan sejumlah sentimen yang seharusnya dapat mendukung penguatan mata uang negara berkembang.
Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan rupiah terus berada dalam tekanan. Salah satunya adalah kondisi fiskal domestik yang masih menjadi perhatian investor.
Selain itu, arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia juga masih berlangsung dan turut membebani pergerakan rupiah.
Dengan posisi yang semakin dekat ke level Rp14.000 per dolar Singapura, pelaku pasar kini menanti apakah rupiah mampu bangkit dalam beberapa hari ke depan atau justru kembali mencetak rekor pelemahan baru.***
