Bogordaily.net – Ratusan masa dari Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) dan mahasiswa melaksankaan aksi di Kantor Pemkab Bogor, Cibinong, pada Kamis 4 Juni 2026.
Pantauan dilokasi terlihat, ratusan petani hingga mahasiswa datang menggunakan mobil bus hingga angkutan umum sambil membentangkan spanduk.
Mereka menyuarakan aspirasinya terkait sengketa lahan yang ada di Desa Tugujaya, Pasirjaya, Cijeruk, Cipelang, dan Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, dan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Terdapat tiga tuntutan dalam aksi tersebut yakni, SHGB PT BSS status tanah kembali milik negara. Kemudian, cacat administrasi materil, pemerintah desa resmi cabut dukungan. Serta, mengantongi mandat menteri ATR/BPN dan skema resmi dari Kemenkeu.
Ketua HPPMI, Yusuf Bachtiar menjelaskan bahwa, aksi hari ini diikuti kurang lebih hampir seribu masa, yang terdiri dari petani, penggarap, hingga mahasiswa.
“Untuk massa, totalan dari keseluruhan antara elemen masyarakat, petani, penggarap, serta ibu-ibu PKK juga ada, dan mahasiswa, itu hampir seribu lebih,” kata Yusuf kepada wartawan, Kamis 4 Juni 2026.
Menurut Yusuf, poin utama tuntutan dalam aksi tersebut yakni meminta ATR/BPN untuk segera menolak permohonan SHGB dari PT BSS.
“Tuntutan kami simpel. Satu, untuk di stopkan dulu permohonan SHGB yang dimohon oleh PT BSS,” tegasnya.
Kemudian, dirinya tak menampik terkait adanya keterlibatan pejabat darah yakni Wakil Bupati Bogor yang ikut terlibat membacking PT BSS.
“Kami ada bukti. Cuma untuk sementara. Kita pengen ada enggak iktikad baik dari Pak Wabup selaku Wakil Bupati Kabupaten Bogor, itu akan keberpihakan ke siapa? Kita ada buktinya kok bahwa Wakil Bupati Jaro Ade itu membackup PT BSS,” ujar Yusuf.
Sementara itu, pihaknya mengaku tak puas atas respon Pemerintah yang dinilai lambat mengatasi sengketa lahan tersebut. Serta mengaku akan kembali menggelar aksi jika tuntutan tidak dipenuhi.
“Ya, kami tentunya sangat merasa tidak puas. Tapi tuntutan kami, kami juga tidak datang ke sini bukan maksud mau anarkis. Tetapi kami ini penggarap dan masyarakat yang beritikad baik,” ungkapnya
(Albin)
