Bogordaily.net – Menteri Agama Nasaruddin Umar, bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, melakukan kunjungan kerja ke MTsN 1 Bogor dalam rangka visitasi program revitalisasi madrasah tahun 2025–2026, di Jalan Achmad Sobana No. 3, RT 01/RW 15, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Kunjungan tersebut turut didampingi jajaran Kementerian Agama, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Kota Bogor, serta pihak sekolah.
Rombongan meninjau langsung hasil renovasi yang telah dilakukan melalui program revitalisasi madrasah yang menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah di Kota Bogor.
Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan bahwa revitalisasi MTsN 1 Bogor menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
Dengan anggaran sekitar Rp5 miliar, berbagai fasilitas sekolah berhasil diperbaiki demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Bersama Pak Menko PMK, kepala sekolah, Pak Dirjen PU, Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota Bogor, kami baru saja meninjau proyek renovasi Madrasah Tsanawiyah ini. Seperti yang kita lihat tadi, anggaran yang diperlukan kurang lebih Rp5 miliar dan alhamdulillah hasilnya bisa kita lihat secara nyata,” ujar Menteri Agama saat kunjungan.
Menurutnya, perbaikan tidak hanya dilakukan pada struktur bangunan, tetapi juga pada sarana pendukung pembelajaran.
Atap bangunan yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan kini telah diperbaiki, begitu pula ruang kelas, meja belajar, hingga pengecatan seluruh area sekolah.
“Perubahannya sangat signifikan. Atap yang tadinya hampir roboh sekarang menjadi sangat rapi. Meja-meja yang sebelumnya sudah kumuh kini diganti dengan yang lebih baik. Warna bangunan dan catnya juga diperbaiki sehingga suasana belajar menjadi jauh lebih nyaman,” katanya.
Menteri Agama menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional tanpa membedakan sekolah umum maupun madrasah.
Menurutnya, perhatian yang diberikan pemerintah bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo, benar-benar memberikan perhatian kepada sekolah dan madrasah. Tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dan madrasah. Semuanya diberikan prioritas agar anak-anak senang belajar, guru senang mengajar, dan masyarakat puas dengan hasilnya,” tutupnya.
(Fikri)
