Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG InformanBola.
Terdapat empat pertandingan Piala Dunia tersaji pada Senin pagi 15 Juni 2026. Selain Jerman vs Curacao, Pantai Gading vs Ekuador, Swedia vs Tunisia yang tentu menarik, ada pula Belanda vs Jepang yang bagi saya layak dijadikan pertarungan yang paling ditunggu.
Belanda vs Jepang lenjadi kaga pembuka Grup F, direncanakan digelar di Stadion AT&T di Texas, Amerika Serikat, mulai pk. 03.00 WIB dan akan dipimpim wasit AS berdarah dan kelahiran Maroko, Ismail Elfath.
Belanda merupakan salah satu raksasa dalam catatan perjalanan 96 tahun Piala Dunia dengan tampil sebagai runner-up sebanyak tiga kali pada 1974, 1978, dan 2010. Sementara itu, Jepang maksimal finis di babak 16 besar.
Skuat Oranje menyambangi Piala Dunia 2026 dengan modal tiga kemenangan serta masing-masing satu seri dan kalah.
Virgil van Dijk dan kawan-kawan menghantam Lithuania empat gol tanpa balas di pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia zona Eropa, serta dua kemenangan masing-masing 2–1 di dua uji coba melawan Uzbekistan dan Norwegia, imbang 1–1 vs Ekuador dan kakah 1–2 vs Aljazair.
Sementara itu, Jepang melalui lima pertandingan terakhir dengan catatan luar biasa berupa enam kemenangan beruntun, semua berstatus uji coba. Samurai Biru menorehkan sejarah dengan mengatasi Brasil 3–2, Ghana 2–0, Bolivia 3–0, Skotlkandia 1–0, Islandia 1–0, dan yang tak kalah fenomenal juga menundukkan Inggris 1–0.
Dengan begitu superiornya skuat asuhan Hajima Moriyasu, mereka sangat pantas dijagokan untuk juga mampu menundukkan Belanda.
Tapi, mari kita telisik terlebih dahulu rekor pertemuan kedua tim. Kedua tim telah bertarung tiga kali, dengan Belanda sukses menekuk Jepang dua kali, serta satu lainnya berakhir imbang.
Artinya, walauun Jepang memasuki turnamen kali ini dengan rekor hebat, rekor yng melingkupi kedua tim sendiri masih memihak Belanda.
Sekarang kita bedah kondisi terakhir kedua tim yang tentunya akan sangat memengaruhi persiapan kedua pasukan dalam mengarungi pertandingan kali ini.
Pelatih Belanda Ronald Koeman menghadapi laga pembuka yang krusial ini tanpa beberapa pemain kunci. Bek Arsenal Jurrien Timber absen tepat sebelum turnamen akibat cedera.
Pemain kreatif Xavi Simons tidak dipanggil karena cedera parah. Jerdy Schouten juga absen setelah cedera lutut serius.
Memphis Depay berkutat dengan masalah hamstring yang dia terima saat membela klubnya di Brasil, Corinthians. Matthijs de Ligt pun masih diragukan kebugarannya setelah berjuang dengan masalah punggung.
Sedikiit beruntung, Denzel Dumfries telah pulih sepenuhnya untuk menambah opsi pertahanan di sayap kanan. Micky van de Ven diharapkan akan berduet dengan kapten Virgil van Dijk di lini pertahanan tengah.
Di sisi Jepang, persiapan mereka diguncang oleh penarikan mendadak kapten tim Wataru Endo karena cedera berkeoanjangan. Gelandang Liverpool itu kemudian mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional.
Dia mendapat cedera kaki pada Februari lalu yang membutuhkan operasi. Endo hanya bermain setengah babak dalam pertandingan persahabatan pemanasan melawan Islandia pada 31 Mei.
Moriyasu menghadapi masalah tambahan di lini serang setelah kehilangan Kaoru Mitoma yang sangat menyakitkan. Pemain sayap dinamis itu mengalami cedera hamstring setelah mencetak gol kemenangan melawan Inggris.
Takumi Minamino juga tak bisa main, sangat mengurangi kedalaman lini serang mereka. Takefusa Kubo dan Ritsu Doan harus memikul beban kreativitas di barusan depan. Ayase Ueda akan memimpin lini depan setelah mencetak 25 gol untuk Feyenoord musim lalu.
Dengan menyimak kondisi kedua tim, sangat mungkin pertandingan berakhir imbang. Jika pun ada pemenang, Jepang lebih memungkinkan untuk itu, meneruskan kinerja hebat mereka dari laga uji coba ke turnamen sesungguhnya.***
