Bogordaily.net – Kontroversi lagu berbahasa Sunda berjudul Lalaki Langit ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, kini mendapat perhatian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Lagu tersebut menjadi sorotan publik setelah menuai kritik dan dinilai mengandung lirik yang menyinggung kaum perempuan.
Merespons polemik yang berkembang, Kemendagri memastikan akan memanggil Saepul Bahri Binzein untuk dimintai penjelasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti lagu berbahas sunda ‘Lalaki Langit’ ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang menuai kontroversi.
“Kemendagri mengetahui dan mengikuti pemberitaan tersebut dari hasil monitoring media. Atas hal tersebut sudah dilakukan pembahasan secara internal,” kata Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Benny Irwan dikutip pada Jumat 3 Juli 2026.
Benny menjelaskan, Kemendagri akan meminta klarifikasi langsung kepada Bupati Purwakarta. Hasil dari proses tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi kementerian untuk menentukan langkah berikutnya.
“Sebagai tindak lanjut, sesuai aturan, maka dalam waktu dekat Bupati Purwakarta akan dipanggil ke Kemendagri untuk diminta keterangan atau klarifikasi. Hasil permintaan keterangan atau klarifikasi akan menentukan langkah pembinaan selanjutnya,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa, pemanggilan terhadap Saepul Bahri Binzein direncanakan dilakukan dalam waktu dekat.
“Ia juga menyebut Zein dipanggil dalam satu atau dua hari ke depan.”
“Kita tunggu dalam satu, dua hari ini, ya,” ujarnya.
Sebelumnya, lagu berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejat menjadi perbincangan luas di media sosial. Lagu tersebut menuai kritik bahkan somasi karena dinilai mengandung lirik yang bersifat seksis terhadap perempuan.
Diberitakan sebelumnya, lagu berjudul ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’ ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein kian menuai kritik hingga somasi. Lagu itu dinilai seksis terhadap kaum perempuan.
Menanggapi polemik tersebut, Saepul Bahri Binzein telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa lagu beserta video musiknya dibuat beberapa tahun lalu, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
Zein juga sudah meminta maaf setelah lirik lagu ‘Lalaki Langit’ dianggap menyinggung perasaan perempuan. Ia menjelaskan video dan lirik lagu itu diciptakan pada 2020 sebelum ia menjabat bupati.
Kini, publik menantikan hasil klarifikasi yang akan dilakukan Kemendagri terhadap Bupati Purwakarta. Hasil pemanggilan tersebut akan menjadi dasar bagi kementerian dalam menentukan langkah pembinaan selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.***
