Bogordaily.net – Nama Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali ramai menjadi perbincangan di media sosial. Kali ini, perhatian publik tertuju pada beredarnya unggahan yang menampilkan sebuah “rate card” pesugihan Gunung Kawi dengan klaim tak masuk akal, yakni paket seharga Rp200 ribu yang disebut-sebut bisa mendatangkan kekayaan hingga Rp10 miliar.
Unggahan tersebut viral di platform Threads dan salah satunya dibagikan oleh akun @ssmedia_id. Narasi yang menyertai unggahan itu pun langsung menyita perhatian warganet karena bernada satir sekaligus mengundang beragam reaksi.
“BARANGKALI SUDAH MENTOK, BEREDAR RATE CARD GUNUNG KAWI PESUGIHAN ILMU PUTIH TANPA TUMBAL PAKET KOMPLIT 200 RIBU BISA DAPAT 10 MILYAR. DI HARI JUMAT INI, MARI PERBANYAK ISTIGHFAR 😁”
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut menyebar luas dan memancing komentar dari berbagai kalangan. Sebagian besar netizen menganggap informasi itu hanya candaan atau meme satir karena klaim yang disampaikan dinilai tidak masuk akal. Meski demikian, viralnya unggahan tersebut kembali mengangkat nama Gunung Kawi ke dalam perbincangan publik.
Sebelumnya, kawasan Gunung Kawi memang telah lebih dulu menjadi sorotan setelah potongan video podcast seorang mantan asisten artis beredar di media sosial.
Dalam tayangan tersebut, ia menyinggung dugaan adanya sejumlah figur publik yang disebut melakukan ritual di Gunung Kawi demi mempertahankan kekayaan maupun popularitas.
Ramainya perbincangan itu membuat kata kunci “Gunung Kawi” sempat menjadi trending topic di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet kemudian mencari informasi mengenai lokasi, sejarah, hingga berbagai cerita yang selama ini melekat dengan kawasan tersebut.
Di balik berbagai mitos yang berkembang, Gunung Kawi selama ini dikenal masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Jawa Timur.
Kawasan tersebut menjadi tujuan ziarah bagi banyak orang yang datang untuk berdoa, mencari ketenangan batin, maupun menghormati tokoh-tokoh yang dimakamkan di sana.
Di area tersebut terdapat makam Eyang Jugo (Suryo Moortono) dan Eyang Iman Sujono yang dikenal sebagai tokoh spiritual sekaligus pejuang pada masanya.
Selain itu, terdapat pula Petilasan Prabu Sri Gading Kraton serta Kelenteng Dewi Kwan Im yang menjadi simbol akulturasi budaya dan toleransi antarumat beragama.
Setiap tahunnya, kawasan Gunung Kawi didatangi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Mereka umumnya datang untuk memanjatkan doa, memohon keberkahan usaha, atau sekadar berziarah, terutama pada waktu-waktu tertentu seperti Jumat Legi yang dianggap memiliki nilai spiritual bagi sebagian masyarakat.
Meski berbagai cerita mistis kerap dikaitkan dengan Gunung Kawi, hingga kini beredarnya unggahan mengenai “rate card pesugihan” tersebut tidak disertai bukti yang dapat memverifikasi kebenarannya.***
