Bogordaily.net – Pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) resmi membuka akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan skema tanpa uang muka (DP) bagi mitra pengemudi ojek online (ojol)yang memenuhi persyaratan.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan memiliki hunian bagi pekerja sektor informal yang selama ini kerap mengalami kendala saat mengajukan pembiayaan perumahan melalui perbankan.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pemerintah telah mengalokasikan sebanyak 350.000 unit KPR melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Dari total kuota tersebut, sedikitnya 15 persen diprioritaskan bagi pekerja sektor informal, termasuk para mitra pengemudi Gojek.
“Kami telah mengalokasikan 350.000 KPR FLPP tahun ini dan meminta bank penyalur agar minimal 15 persen dialokasikan bagi pekerja informal, termasuk driver Gojek. Harapannya, semakin banyak pengemudi ojol yang bisa memiliki rumah,” ujar Sid dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BP Tapera dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, bersama Chief of Public Affairs, Public Policy & Government Relations PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Shinto Nugroho.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan rumah bagi ribuan mitra pengemudi Gojek di berbagai daerah.
Menurut Sid, para driver ojol memiliki kontribusi besar dalam menunjang aktivitas masyarakat setiap hari, mulai dari mengantar penumpang, mengirim makanan, hingga mendistribusikan berbagai kebutuhan.
Namun di sisi lain, banyak dari mereka yang masih kesulitan memiliki rumah karena status pekerjaan di sektor informal sering kali menjadi kendala dalam proses pengajuan kredit.
Melalui program FLPP, para pengemudi dapat menikmati bunga cicilan tetap sebesar 5 persen selama masa kredit. Tak hanya itu, pemerintah bersama asosiasi pengembang perumahan subsidi juga menghadirkan skema yang lebih ringan dengan uang muka nol persen.
Menurut Sid, mekanisme tersebut dimungkinkan karena DP sebesar 1 persen dari harga rumah akan ditanggung oleh asosiasi pengembang bagi peserta yang memenuhi persyaratan program.
“Program ini didukung oleh para pengembang sehingga kami dapat menghadirkan skema DP 0 persen bagi calon penerima yang memenuhi syarat,” jelas Sid.
Sementara itu, Chief of Public Affairs, Public Policy & Government Relations PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Shinto Nugroho, menyampaikan bahwa pekerja di sektor informal, termasuk mitra pengemudi ojol, selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan, terutama pembiayaan kepemilikan rumah.
Melalui kerja sama dengan BP Tapera, GoTo berharap semakin banyak mitra pengemudi yang memiliki rekam jejak dan kinerja baik dapat memperoleh kesempatan untuk memiliki rumah subsidi dengan proses pengajuan yang lebih mudah, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Program ini diharapkan menjadi solusi bagi para pengemudi ojol yang selama ini bercita-cita memiliki rumah sendiri, sekaligus memperluas akses kepemilikan hunian layak bagi pekerja sektor informal di Indonesia.***
