Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor melaksanakan tanam pohon dan bersih-bersih Sungai Ciliwung di Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam peluncuran Satuan Tanggap Bencana (Santana) KNPI Kota Bogor bersama Pemkot Bogor dan Tim Percepatan Pembangunan Pemuda.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud kepedulian para pemuda dalam tanggap bencana dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita tidak bisa menunggu dan tidak bisa menyalahkan orang lain. Semua harus bergerak untuk merebut masa depan, apalagi KNPI garda terdepan calon-calon pemimpin bangsa yang harus terus dikuatkan,” ucap Dedie Rachim.
Dedie Rachim yang secara konsisten terus turun membenahi permasalahan lingkungan mengaku miris melihat masih adanya masyarakat yang membuang sampah ke sungai.
Ia pun tidak pernah bosan dan tidak henti-hentinya menggerakkan hati masyarakat untuk menjaga lingkungan.
“Tadi di sungai kita lihat ada kain bekas, baju, semuanya dibuang ke sungai. Tas, sepatu, Ya Allah. Saya pikir sebagai manusia ya, makhluk yang berakal mestinya berpikir. Masa sih kita tidak bisa memuliakan sungai? Masa sih kita tidak bisa menjadikan air ini sebagai betul-betul sumber kehidupan yang juga dimanfaatkan oleh makhluk lain, termasuk orang-orang lain yang mungkin bukan hanya di hulu, tapi di hilir juga,” ungkapnya.
Untuk itu, ia menekankan sekaligus menegaskan penyadaran akan cinta lingkungan harus terus dibangun.
Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Rivaldo Surya Dharmawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari puncak rangkaian kegiatan HUT KNPI.
“Harapannya mudah-mudahan tim Santana ini bisa terus berkontribusi positif untuk seluruh masyarakat, bisa hadir untuk seluruh masyarakat Kota Bogor, bisa ada garda paling depan ketika emang ada bencana-bencana di Kota Bogor,” ucapnya.
Tapi harapan kami, sambungnya, bukan hanya pada saat ada bencana saja, tapi harus bisa melakukan mitigasi bencana, harus juga bisa melakukan edukasi kepada masyarakat.
“Bagaimana mengantisipasi dan juga mencegah timbulnya adanya bencana di Kota Bogor, terutama persoalan kebersihan,” ungkapnya.***
