HomeNasionalDetik-detik Kebakaran Kapal Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya Makassar, Api Datang di...

Detik-detik Kebakaran Kapal Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya Makassar, Api Datang di Tengah Laut, Lima Nyawa Tak Terselamatkan

Bogordaily.net – Laut itu sedang tenang. KMP Mutiara Sentosa 2 melaju meninggalkan Surabaya menuju Makassar seperti pelayaran-pelayaran sebelumnya. Di atas kapal, sekitar 250 orang menjalani pagi dengan rutinitas masing-masing. Ada yang masih terlelap. Ada yang menikmati sarapan. Sebagian duduk memandang hamparan laut.

Lalu semuanya berubah hanya dalam hitungan menit.

Sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, api muncul di badan kapal saat KMP Mutiara Sentosa 2 berada di perairan utara Sumenep, Madura. Asap hitam pekat membumbung tinggi. Kobaran api terus membesar. Komunikasi dengan nakhoda pun sempat terputus.

Tak lama kemudian, video dari para penumpang mulai beredar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan kepanikan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Penumpang mengenakan rompi pelampung berwarna oranye. Sebagian berkumpul di haluan dan anjungan. Mereka menunggu pertolongan datang dari tengah laut.

Namun, tidak semua sanggup menunggu.

Sebagian memilih melompat ke laut. Itu menjadi satu-satunya pilihan ketika api terus mendekat. Ombak menjadi harapan terakhir untuk bertahan hidup.

Kantor SAR Surabaya menerima laporan pertama sekitar pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak. Selang semenit kemudian, operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran juga mengonfirmasi bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran dalam pelayaran menuju Makassar.

Koordinasi langsung dilakukan. Pos SAR Sumenep, Syahbandar, Stasiun Radio Pantai Kalianget hingga berbagai unsur penyelamat bergerak menuju titik lokasi.

Sekitar pukul 09.45 WIB diketahui posisi kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi. Saat itu sebagian badan kapal telah dilalap api. Para penumpang masih bertahan di bagian depan kapal.

Satu per satu kapal yang berada di sekitar lokasi ikut membantu.

TB Hasnur 26 menjadi kapal pertama yang melakukan evakuasi. Kapal British Mentor ikut mengangkat penumpang yang terapung di laut. Sementara Meratus Project 3 tidak dapat merapat karena membawa muatan yang mudah terbakar. Meski demikian, kapal tersebut tetap membantu koordinasi di lokasi.

Operasi penyelamatan kemudian melibatkan sedikitnya sembilan kapal. Mulai dari KN SAR 249 Permadi, kapal milik Basarnas, Syahbandar, KSOP, VTS Surabaya, SROP Kalianget hingga kapal-kapal niaga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi.

Di daratan, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan 20 ambulans di Pelabuhan Kalianget. Semua bersiap jika korban dibawa ke Madura. Aparat kesehatan, pelabuhan, dan unsur keamanan juga disiagakan.

Hingga pukul 18.00 WIB, Basarnas mencatat sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi. Sebanyak 227 orang dinyatakan selamat. Lima lainnya meninggal dunia.

“Data sementara hingga pukul 18.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang, terdiri atas 227 selamat dan lima meninggal dunia,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit.

Korban terbanyak dievakuasi KM Meratus Pematang Siantar, yakni 111 orang yang terdiri dari 109 penumpang selamat dan dua korban meninggal dunia.

TB Hasnur 26 menyelamatkan 66 orang, termasuk satu korban meninggal. Transco Arafura membawa 17 korban selamat. Meratus Project 3 mengevakuasi 14 korban, terdiri atas 13 selamat dan satu meninggal dunia.

Prakarsa Mas, SC Aila XVII, dan Selaras Mas masing-masing membawa tujuh korban selamat. British Mentor menyelamatkan dua orang, sementara Alcon Daniel mengevakuasi satu korban meninggal dunia.

Malam pun tiba. Operasi penyelamatan belum benar-benar selesai. Pendataan korban masih terus berlangsung. Aparat memastikan tidak ada lagi penumpang yang tertinggal di tengah laut.

Perjalanan yang semula hanya menghubungkan Surabaya dan Makassar, mendadak berubah menjadi perjuangan panjang antara api, laut, dan harapan untuk tetap hidup. Lima orang tidak pernah sampai ke tujuan. Ratusan lainnya akan selalu mengingat pagi itu sebagai pelayaran yang nyaris merenggut segalanya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here