Bogordaily.net – Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat 2026 resmi berakhir pada Kamis 13 Agustus 2026. Forum tertinggi organisasi pers tingkat provinsi tersebut menetapkan Tan Tan Sulthon Bukhawan sebagai Ketua PWI Jawa Barat masa bakti 2026–2031.
Selain menetapkan ketua baru, Konferprov juga memilih Oland PH Sibarani sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Jawa Barat untuk periode yang sama.
Penutupan Konferprov dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. Dalam sambutannya, Erwan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan konferensi yang dinilai berjalan sukses sekaligus mengajak seluruh elemen PWI Jawa Barat kembali memperkuat persatuan setelah proses konferensi selesai.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya mengucapkan selamat atas pelaksanaan Konferprov yang berjalan sukses dan lancar hingga terpilihnya kepengurusan baru. Setelah konferensi ini selesai, kita harus membawa semangat untuk membangun pers yang semakin profesional. Tidak ada yang kalah dan menang, kita semua adalah keluarga besar PWI Jawa Barat. Mari kita hilangkan kubu-kubuan, bersatu, dan saling bergandengan tangan,” tegas Erwan, Kamis 13 Agustus 2026.
Wagub Jabar Soroti Tantangan Pers di Era AI
Erwan juga menyoroti perubahan lanskap informasi yang semakin cepat seiring perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, wartawan memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang beredar kepada masyarakat telah melalui proses verifikasi.
Di tengah kondisi ketika siapa pun dapat membuat dan menyebarkan konten, keberadaan pers profesional dinilai tetap dibutuhkan untuk menjaga akurasi informasi.
“Dulu masyarakat menunggu berita pagi melalui koran, radio, atau televisi. Sekarang informasi hadir setiap detik lewat ponsel, media sosial, hingga kecerdasan buatan. Ketika semua orang bisa membuat konten dan menyebarkan informasi, wartawan hadir sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kebenaran dan verifikasi. Mesin mungkin bisa menghasilkan tulisan, tetapi mesin tidak memiliki integritas, tanggung jawab moral, maupun keberpihakan pada kepentingan publik,” lanjutnya.
Pemprov Jawa Barat, kata Erwan, berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan PWI Jawa Barat. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong penyajian berita yang akurat dan akuntabel sekaligus membantu menangkal penyebaran berita bohong yang dapat merugikan masyarakat.
PWI Pusat Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan PWI Pusat Zulkifli Gani Otto turut menyampaikan pentingnya peningkatan mutu kewartawanan serta legalitas perusahaan pers.
Ia menyebut dari sekitar 30.000 anggota PWI di seluruh Indonesia, sebanyak 70 persen telah mengantongi sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari Dewan Pers.
“Pendidikan dan peningkatan mutu kewartawanan adalah prioritas utama kita. Kami ingin memastikan tidak ada lagi wartawan tanpa sertifikasi Dewan Pers, begitu pula perusahaan persnya harus berbadan hukum. Hal ini krusial untuk menjaga mutu, kualitas, serta profesionalisme wartawan di lapangan sehingga tidak ada lagi pihak yang dirugikan oleh pemberitaan yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Zulkifli.
Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan dan kepastian legalitas perusahaan pers menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme serta kualitas pemberitaan.
Oland Siap Kawal Kepengurusan PWI Jabar
Sementara itu, Oland PH Sibarani yang terpilih sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat menyatakan kesiapan untuk menjalankan fungsi pengawasan dan bersinergi dengan kepengurusan baru.
Ia menegaskan, Dewan Kehormatan akan turut mengawal organisasi agar tetap berjalan sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta PD/PRT organisasi.
“Saya dan jajaran DK akan mendukung penuh kebijakan pengurus. Saya ibaratkan peran kami kadang sebagai wasit, kadang sebagai penjaga gawang untuk memastikan organisasi tidak ‘kebobolan’ atau melanggar aturan. Kami siap memajukan PWI Jawa Barat demi kepentingan bersama,” ujar Oland.
Tan Tan Ajak PWI Jadi Rumah Bersama
Usai terpilih sebagai Ketua PWI Jawa Barat, Tan Tan Sulthon Bukhawan menyampaikan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh para ketua PWI Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.
Dalam pidato perdananya, Tan Tan mengajak seluruh anggota menjadikan perbedaan pada masa lalu sebagai bahan evaluasi untuk membangun organisasi yang lebih solid dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Masa lalu jadikan pembelajaran. Jika dulu ada perbedaan, mari kita bersatu kembali membangun organisasi yang memiliki nilai dan bermanfaat bagi masyarakat. Saya tidak ingin Sekretariat PWI hanya ramai saat menjelang konferensi atau perpanjangan kartu saja. Ke depan, PWI Jawa Barat harus menjadi rumah kreatif tempat kita belajar, berkembang, dan mengabdi secara nyata,” pungkas Tan Tan.
Dengan berakhirnya Konferprov 2026, kepengurusan baru PWI Jawa Barat periode 2026–2031 diharapkan dapat segera menjalankan agenda organisasi sekaligus memperkuat profesionalisme wartawan di tengah perubahan industri media dan pesatnya perkembangan teknologi informasi.***
