Bogordaily.net – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon mengajak generasi muda untuk dapat melestarikan budaya bambu melalui program “Belajar Bersama Maestro Bambu”.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri pagelaran dan syukuran “Belajar Bersama Maestro Bambu dan Senam Kebudayaan Indonesia” di Yayasan Bambu Indonesia, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon didampingi sejumlah tokoh diantaranya tokoh pendiri Yayasan Bambu, Ki Jatnika, Adi Bing Slamet, Jaja Miharja, seniman, budayawan dan sejumlah tokoh masyarakat.
Adapun, kegiatan tersebut turut dihadiri juga oleh 300 peserta dari komunitas budaya bambu Cibinong dan Cimande.
Menurut Fadli Zon, proses pembelajaran bersama maestro dapat menjadi ruang pertemuan antara generasi muda, pelaku budaya, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan Indonesia.
“Ini adalah program di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi. Juga hadir tokoh-tokoh, ada Pak Putu dari Asosiasi Museum Indonesia Ketua Umum, Adi Bing Slamet, dan juga banyak seniman, budayawan, tokoh-tokoh masyarakat yang mengapresiasi, yang mencintai budaya Indonesia,” kata Fadli Zon.
Menurut dia, budaya bambu merupakan budaya yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara penghasil varietas bambu tertinggi di dunia.
“Budaya bambu ini lekat dengan kehidupan kita sehari-hari, mulai dari yang sifatnya pragmatis untuk kehidupan sehari-hari sebagai perkakas sampai yang juga sampai yang filosofis gitu ya,” jelasnya.
“Karena bambu itu ada di sekitar kita mudah dan Indonesia ini merupakan surganya varietas bambu dunia. Karena jumlahnya mungkin ratusan varietas spesies bambu,” tambah Fadli Zon.
Kemudian, kata Fadli, bambu juga merupakan salah satu sumber alat musik, terdapat puluhan jenis alat musik dari bambu yang sering digunakan seperti angklung, suling dan lain sebagainya.
“Karena salah satu sumber untuk musik tiup juga adalah bambu. Bambu ini saya kira puluhan jenis musik tiup Indonesia yang dari bambu,” ujarnya.
Selain itu, bambu juga bisa menjadi karya seni rupa seperti miniatur, souvenir, art dan lain sebagainya, yang harus terus dilestarikan.
“Lalu juga ada tadi untuk souvenir-suvenir, ada miniatur rumah-rumah, dan lain-lain yang bisa dilakukan dari bambu. Jadi ini juga bisa hilirisasi dari bambu untuk baik itu untuk kriya maupun untuk seni ya, untuk art,” sambungnya
Sementara itu, Fadli berharap melalui program “Belajar Bersama Maestro Bambu” generasi muda di seluruh wilayah Indonesia akan semakin minat untuk melestarikan budaya bambu.
“Jadi kita berharap program ini bisa berlangsung terus dan bahkan rencananya nanti bisa kita perbesar supaya yang menerima manfaat terutama generasi muda ini lebih banyak dari berbagai bidang,” ungkap Fadli Zon.***
Albin
