HomeBeritaViral Dua Pemuda Diduga Mandi Pakai Sabun di Sungai Qolbu Gunung Argopuro

Viral Dua Pemuda Diduga Mandi Pakai Sabun di Sungai Qolbu Gunung Argopuro

bogordaily.net – Aktivitas dua pemuda di kawasan Sungai Qolbu, dekat Sabana Cikasur, Gunung Argopuro, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah sebuah unggahan media sosial menuding keduanya mandi menggunakan sabun di aliran mata air tersebut.

Peristiwa itu disebut terjadi pada 15 Agustus 2026, ketika sejumlah pendaki berada di kawasan Gunung Argopuro. Rekaman aktivitas kedua pemuda tersebut kemudian menjadi perhatian setelah dibagikan melalui media sosial.

Dalam unggahan akun @maharga_lih, seorang pendaki meminta video kejadian tersebut disebarluaskan. Ia menilai aktivitas mandi menggunakan sabun di aliran mata air berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan, terutama karena lokasi tersebut merupakan salah satu sumber air yang berada di kawasan pendakian.

Pengunggah mengaku sedang mendaki Gunung Argopuro bersama rombongannya ketika melihat dua pemuda masuk ke aliran air di sekitar Mata Air Qolbu. Kedua pemuda tersebut disebut kemudian mandi dan diduga menggunakan sabun.

“Dua pemuda dengan asyiknya loncat ke aliran dekat dari mata air Qolbu. Dan yang lebih parah lagi, mereka pakai sabun,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Menurut pengunggah, dirinya sempat mengingatkan kedua pemuda agar tidak mandi di lokasi tersebut. Ia menyebut telah terdapat tulisan atau tanda yang mengingatkan pengunjung untuk tidak menggunakan aliran mata air sebagai tempat mandi.

“Tidak boleh mandi. Apalagi ini mandi pakai sabun,” tulis pengunggah dalam keterangannya.

Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian pengguna media sosial. Aktivitas mandi di sumber air alami menjadi sorotan karena kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu bagian dari jalur pendakian Gunung Argopuro yang masih memiliki kondisi alam relatif terjaga.

Sungai Qolbu merupakan salah satu kawasan yang dikenal oleh para pendaki di jalur Gunung Argopuro. Sumber air tersebut berada di sekitar kawasan Cikasur dan menjadi bagian dari bentang alam yang masih relatif alami.

Dalam laporan mengenai Sungai Qolbu pada Juni 2026 disebutkan bahwa kawasan tersebut memiliki ekosistem yang masih alami dan terjaga. Lokasi tersebut dapat dicapai dari Basecamp Baderan melalui sejumlah titik pendakian, termasuk Mata Air 1, Mata Air 2, Sabana Kecil, hingga Sabana Besar.

Gunung Argopuro sendiri berada di kawasan Pegunungan Yang, Jawa Timur. Kawasan pegunungan tersebut mencakup sejumlah wilayah, antara lain Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Situbondo.

Gunung Argopuro dikenal memiliki jalur pendakian yang panjang dengan sejumlah kawasan sabana. Salah satu yang cukup dikenal adalah Cikasur, yang menjadi bagian dari jalur pendakian dan memiliki pemandangan alam terbuka.

Kawasan Cikasur juga dikenal sebagai salah satu lokasi yang memungkinkan pendaki melihat berbagai satwa liar. Burung merak, misalnya, disebut kerap terlihat di sekitar kawasan tersebut, termasuk di dekat aliran Sungai Qolbu.

Keberadaan sumber air di tengah kawasan alami membuat kebersihan aliran tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh para pendaki. Selain menjadi bagian dari ekosistem, sumber air juga dapat digunakan pendaki untuk memenuhi kebutuhan selama perjalanan.

Penggunaan sabun secara langsung di aliran air alami pada dasarnya dapat menimbulkan persoalan lingkungan karena kandungan tertentu dalam produk pembersih berpotensi masuk ke ekosistem perairan.

Dampaknya dapat berbeda bergantung pada jenis produk, konsentrasi, jumlah yang digunakan, serta kondisi ekosistem dan volume air di lokasi.

Meski demikian, belum terdapat informasi terverifikasi mengenai jenis sabun yang disebut digunakan dalam kejadian tersebut. Belum diketahui pula apakah telah dilakukan pemeriksaan terhadap kualitas air Sungai Qolbu setelah kejadian.

Karena itu, dampak lingkungan secara spesifik dari aktivitas tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman dan unggahan media sosial.

Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut apabila ingin mengetahui ada atau tidaknya perubahan kualitas air maupun dampak terhadap ekosistem di sekitar sumber mata air.

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bagi pendaki mengenai pentingnya menjaga etika saat berada di kawasan pegunungan. Aktivitas pribadi di alam, terutama yang berkaitan dengan sumber air, perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan serta aturan yang berlaku di kawasan pendakian.

Hingga berita ini disusun, identitas kedua pemuda yang disebut dalam unggahan tersebut belum diketahui. Belum terdapat pula keterangan resmi dari pihak pengelola kawasan maupun instansi berwenang yang mengonfirmasi secara rinci kronologi kejadian, termasuk apakah benar terdapat penggunaan sabun di aliran Sungai Qolbu.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here