Bogordaily.net – Polemik antara influencer Aa Juju dengan tenaga penjual Hyundai soal Hyundai Ioniq 5 turut menyoroti satu hal yang cukup spesifik, yakni kemampuan mobil listrik tersebut ketika diparkir secara paralel.
Persoalannya kemudian berkembang karena muncul perbedaan pemahaman mengenai apa yang dimaksud dengan “bisa parkir paralel”. Secara sederhana, kalau maksudnya adalah menempatkan mobil di tepi jalan sejajar dengan kendaraan lain, tentu Ioniq 5 bisa. Ia bukan makhluk berkaki empat yang hanya mengenal parkiran tegak lurus.
Namun, persoalannya menjadi berbeda apabila yang dimaksud adalah meninggalkan Ioniq 5 dalam kondisi yang memungkinkan mobil didorong atau digeser oleh kendaraan lain, seperti praktik yang biasa dilakukan pada sebagian mobil ketika parkir paralel.
Berdasarkan buku manual resmi Hyundai untuk Ioniq 5, kendaraan ini memang memiliki posisi transmisi N atau Neutral. Pada model Ioniq 5 2026, pengemudi dapat memilih N dengan memutar rotary shifter ketika pedal rem diinjak. Hyundai juga menyediakan prosedur khusus agar kendaraan tetap berada di posisi N ketika kendaraan dimatikan.
Ini berarti secara teknis Ioniq 5 memiliki mode netral. Tetapi ada bagian penting yang sering terlewat.
Ioniq 5 Bisa Berada di Posisi N, tetapi Tidak Sesederhana Mobil Konvensional
Pada Ioniq 5, ketika kendaraan dimatikan dalam posisi N, sistem secara otomatis dapat mengubah posisi transmisi menjadi P atau Park. Karena itu, Hyundai menyediakan prosedur khusus jika kendaraan memang harus tetap berada di N setelah dimatikan.
Dalam prosedur tersebut, Auto Hold harus dimatikan dan Electronic Parking Brake atau EPB harus dilepas. Setelah itu pengemudi memilih N, menekan dan menahan tombol OK pada setir sesuai instruksi yang muncul di layar, kemudian mematikan kendaraan dalam kondisi yang ditentukan sistem.
Masalahnya, posisi N bukan berarti kendaraan otomatis aman untuk ditinggalkan begitu saja dalam kondisi dapat didorong.
Manual Hyundai juga menjelaskan bahwa ketika berada di N, Start/Stop berada dalam kondisi ACC. Dalam kondisi tersebut, pintu kendaraan tidak dapat dikunci secara normal, dan baterai 12 volt berpotensi terkuras apabila kendaraan dibiarkan terlalu lama.
Jadi, kalau pertanyaannya “Apakah Ioniq 5 bisa masuk posisi N?” jawabannya jelas: bisa.
Kalau pertanyaannya “Apakah Ioniq 5 bisa diparkir paralel seperti mobil biasa?” jawabannya: bisa, selama yang dimaksud hanya posisi parkirnya.
Tetapi kalau maksudnya adalah “boleh ditinggalkan dalam kondisi netral supaya bisa didorong atau digeser”, jawabannya tidak sesederhana itu.
Lalu Bagaimana dengan Parkir Paralel?
Parkir paralel sendiri bukan masalah bagi Ioniq 5. Bahkan Hyundai memiliki fitur Remote Smart Parking Assist pada varian tertentu yang dapat membantu kendaraan melakukan manuver parkir, termasuk parkir paralel.
Dalam sistem tersebut, kendaraan dapat mencari ruang parkir dan melakukan manuver parkir dengan bantuan sistem. Dokumentasi Hyundai juga secara eksplisit menyebut fungsi parkir paralel dalam sistem Remote Smart Parking Assist.
Artinya, kemampuan melakukan parkir paralel secara fisik bukan persoalannya.
Yang perlu diperhatikan adalah kondisi kendaraan setelah berhasil masuk ke ruang parkir.
Untuk parkir normal, Hyundai justru menginstruksikan pengemudi untuk menghentikan kendaraan sepenuhnya, memilih P, mengaktifkan EPB, lalu mematikan kendaraan.
Dengan kata lain, prosedur standar Hyundai bukan meninggalkan kendaraan dalam posisi N.
Kenapa Mobil Listrik Bisa Berbeda?
Pada mobil konvensional dengan transmisi otomatis, orang sudah terbiasa mengenal posisi P, R, N, dan D. Namun kendaraan listrik seperti Ioniq 5 menggunakan sistem penggerak listrik yang berbeda dari transmisi otomatis konvensional.
Ioniq 5 menggunakan sistem motor listrik, inverter, dan reducer. Karena itu, cara kerja posisi N, P, serta sistem penguncian kendaraan tidak bisa disamakan begitu saja dengan mobil bermesin pembakaran internal.
Hal inilah yang membuat edukasi kepada konsumen menjadi penting.
Sebab, ketika seseorang mengatakan “mobil bisa diparkir paralel”, kalimat tersebut dapat memiliki dua pengertian berbeda.
Pertama, mobil mampu melakukan manuver dan ditempatkan sejajar dengan kendaraan lain. Untuk Ioniq 5, jawabannya ya.
Kedua, mobil dapat ditinggalkan dalam kondisi bebas sehingga bisa didorong ketika kendaraan lain membutuhkan ruang keluar. Untuk kondisi ini, pemilik harus mengikuti prosedur N yang ditentukan Hyundai dan memahami konsekuensinya.
Jangan asal mematikan mobil dalam posisi N lalu berharap sistem elektronik akan ikut memahami rencana manusia. Sistem kendaraan, seperti kebanyakan teknologi, cenderung tidak menghargai asumsi.
Berdasarkan dokumentasi resmi Hyundai, Hyundai Ioniq 5 memang memiliki posisi N dan bahkan menyediakan prosedur agar kendaraan dapat tetap berada dalam posisi N ketika dimatikan.
Ioniq 5 juga dapat melakukan parkir paralel secara normal, dan pada varian yang dilengkapi Remote Smart Parking Assist, terdapat fungsi bantuan untuk manuver parkir paralel.
Namun, parkir paralel tidak sama dengan meninggalkan kendaraan dalam kondisi bebas didorong.
Untuk penggunaan sehari-hari, Hyundai tetap menetapkan prosedur parkir normal dengan posisi P dan EPB aktif. Jika kendaraan memang perlu dipertahankan di posisi N, ada prosedur khusus yang harus dilakukan dan terdapat konsekuensi seperti kendaraan berada dalam kondisi ACC serta potensi pengurasan baterai 12 volt.
Jadi, jika polemiknya adalah apakah Ioniq 5 “bisa parkir paralel”, secara teknis bisa. Yang perlu diluruskan adalah apakah pembahasannya mengenai posisi parkir paralel, atau mengenai meninggalkan mobil dalam kondisi N agar dapat digeser. Dua hal tersebut berbeda, dan perbedaan kecil seperti ini rupanya cukup untuk membuat satu internet ikut berdiskusi panjang.***
