Bogordaily.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 32 Kecamatan dilanda kekeringan dengan total ratusan ribu warga terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat menjelaskan bahwa, saat ini ada sebanyak 166 desa di 32 Kecamatan yang dilanda kekeringan, dengan total 268.869 Jiwa terdampak.
Menurut Ade, wilayah Kecamatan yang paling parah terdampak kekeringan yakni di wilayah Barat dan Timur Kabupaten Bogor, seperti Rancabungur, Jonggol, Cariu, Tanjungsari dan Parungpanjang.
“Sebenarnya sejak di awal dulu itu Rancabungur ya. Tapi yang sekarang mulai terasa parah itu di Bogor bagian timur dan barat,” kata Ade Hasrat saat ditemui wartawan, Rabu 2 September 2026.
“Nah Bogor timur itu ya Tanjungsari, Cariu, Jonggol ya. Kalau di bagian baratnya itu di Tenjo, Parung Panjang dengan sebagian Jonggol,” tambahnya.
Ia mengatakan, saat ini Pemkab Bogor melalui BPBD telah menyalurkan lebih dari 4 juta liter air bersih di sebanyak 590 titik wilayah kekeringan.
“Jumlah distribusi air untuk masyarakat 2.545.000 liter (523 rit), dan jumlah distribusi air toren penampungan 1.472.000 liter (184 rit), dengan total Keseluruhan pendistribusian air bersih sampai saat ini 4.017.000 liter di 590 titik,” jelasnya.
Sementara itu, kata Ade, puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober sesuai dengan prakiraan dari BMKG.
Dirinya memastikan bahwa, Pemkab Bogor terus berupaya untuk melakukan antisipasi Kekeringan dengan terus menyalurkan air bersih hingga melakukan modifikasi cuaca.
“Tadi seperti yang sudah disampaikan Pak Bupati juga, kita masih terus berupaya mengantisipasi karena puncak kekeringannya di bulan Oktober, release dari BMKG, seperti itu,” ungkap Ade.
Albin
