Bogordaily.net – Influenza A berbeda dengan flu biasa. Sama-sama menyerang saluran pernapasan, tetapi keduanya tidak selalu menimbulkan pola gejala yang sama.
Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan virus influenza tipe A. Praktisi Kesehatan, dr. Susana Indahwati, mengatakan istilah “super flu” yang belakangan digunakan masyarakat bukan merupakan diagnosis medis resmi.
“Influenza A merupakan infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Virus influenza tipe A ini memiliki beberapa subtipe berdasarkan kombinasi protein permukaannya,” kata Susana, Senin (21/9/2026).
Menurut Susana, salah satu subtipe Influenza A yang saat ini banyak beredar pada manusia adalah H1N1.
Namun, untuk memastikan seseorang terinfeksi Influenza A, gejala saja tidak cukup. Penentuan jenis influenza tetap memerlukan pemeriksaan klinis dan, bila diperlukan, pemeriksaan laboratorium.
Istilah “super flu” terdengar seperti nama penyakit baru. Padahal, menurut Susana, istilah itu lebih banyak digunakan dalam percakapan masyarakat atau pemberitaan untuk menggambarkan flu yang dirasakan lebih berat dari biasanya.
“Istilah super flu bukan merupakan istilah diagnosis medis resmi. Dalam pemberitaan atau percakapan masyarakat, istilah tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan flu yang dirasakan lebih berat dari biasanya,” jelasnya.
Karena itu, penyebutan “super flu” tidak otomatis berarti terdapat virus influenza baru yang lebih berbahaya.
Influenza A dan common cold atau flu biasa sama-sama merupakan infeksi saluran pernapasan. Keduanya bisa menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan dan rasa tidak nyaman pada tubuh.
Perbedaannya bisa terlihat dari pola munculnya gejala.
Influenza umumnya memiliki awitan yang lebih mendadak. Demam, nyeri otot dan badan terasa sakit juga dapat menyertai infeksi ini.
Gejala Influenza A lainnya dapat berupa pusing, kelelahan yang cukup berat serta batuk yang berlangsung lebih lama.
Sementara common cold biasanya memiliki gejala yang lebih ringan. Keluhan pilek dan hidung tersumbat justru lebih menonjol.
Tetapi ada satu hal yang perlu diperhatikan.
Gejala saja tidak selalu bisa memastikan seseorang mengalami Influenza A. Berbagai virus pernapasan dapat menimbulkan keluhan yang hampir serupa.
Selain Influenza A dan common cold, ada istilah influenza-like illness atau ILI.
ILI digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami gejala menyerupai influenza. Jadi, istilah tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa penyebabnya adalah virus influenza tipe A.
Pemeriksaan klinis tetap menjadi dasar. Pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan bila memang diperlukan untuk membantu menentukan penyebab infeksi.
Dengan begitu, ketika batuk, pilek, demam atau badan terasa sakit datang bersamaan, tidak serta-merta berarti seseorang terkena Influenza A.
Yang penting bukan sekadar nama penyakitnya. Tetapi mengenali gejala, memperhatikan kondisi tubuh dan mendapatkan pemeriksaan ketika diperlukan.***
