Bogordaily.net – Memperingati Hari Ozon dan Hari Sungai yang jatuh pada September, PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama komunitas Domba Tubing menggelar aksi peduli lingkungan di kawasan Domba Tubing, Karadenan, Kabupaten Bogor, Jumat 25 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, PLN EPI bersama komunitas dan masyarakat sekitar melakukan penanaman sebanyak 100 pohon sekaligus membersihkan aliran Sungai Ciliwung dari sampah.
Aksi bersih-bersih dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Ciliwung menggunakan tubing atau perahu karet.
Petugas dan peserta menyisir aliran sungai sepanjang sekitar 3 hingga 4 kilometer untuk mengangkut sampah yang berada di sepanjang bantaran dan aliran sungai.
VP Management PLN Energi Primer Indonesia Penelitian dan Pengembangan ESG, Amril Muntaha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian PLN EPI terhadap kelestarian lingkungan.
“Kita tahu bahwa di bulan September ada dua hari sedunia yang kita peringati, yaitu Hari Ozon dan Hari Sungai. Kegiatan ini merupakan bagian dari tujuan kami di PLN EPI, salah satunya menanam pohon untuk membantu menjaga kualitas udara dan lingkungan,” kata Amril.
Menurutnya, penanaman pohon yang dilakukan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial. PLN EPI berharap komunitas Domba Tubing dapat ikut memantau pertumbuhan pohon yang telah ditanam.
“Harapannya ini bukan hanya sampai pada penanaman. Kami berharap bersama komunitas Domba Tubing bisa memonitor perkembangan pohon yang kita tanam saat ini,” ujarnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan juga difokuskan pada pembersihan Sungai Ciliwung. Amril menyebut kondisi sungai perlu mendapat perhatian, terutama karena sampah dari wilayah hulu dapat terbawa hingga ke wilayah hilir.
“Aliran Sungai Ciliwung ini menjadi perhatian karena ketika musim hujan, sampah dari wilayah hulu, termasuk dari daerah Cibinong dan Bogor, bisa terbawa sampai ke Jakarta. Ketika sampah menumpuk dan membendung aliran sungai, tentu dapat memicu terjadinya banjir,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta membersihkan aliran Sungai Ciliwung sepanjang sekitar 3 hingga 4 kilometer. Dari aksi tersebut, sekitar 715 kilogram sampah berhasil diangkut menggunakan sejumlah tubing atau perahu karet.
“Kurang lebih ada tujuh sampai delapan tubing atau perahu karet yang digunakan. Dari kegiatan ini, sekitar 715 kilogram sampah berhasil kita angkut dari kawasan Sungai Ciliwung,” ungkap Amril.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan satu kali, tetapi dapat terus berlanjut. Sebelumnya, PLN EPI juga telah melakukan kegiatan serupa di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Depok.
“Kita berharap kegiatan ini bukan hanya sekali, tetapi bisa berkelanjutan. Tahun lalu kita juga melakukan kegiatan bersih-bersih di daerah Depok,” katanya.
Amril menjelaskan, kegiatan peduli lingkungan merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN EPI yang rutin dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di sekitar proyek dan pengembangan infrastruktur perusahaan.
“Secara rutin kami melakukan CSR atau TJSL di lingkungan yang berdekatan dengan proyek-proyek kami, seperti di wilayah Nusa Tenggara, Lombok, dan daerah lainnya,” jelasnya.
Menurut Amril, program lingkungan yang dilakukan PLN EPI tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah. Perusahaan juga menjalankan sejumlah program konservasi lingkungan, termasuk pemulihan ekosistem dan terumbu karang.
“Kami cukup rutin melakukan pembinaan terkait pengelolaan sampah. Kemudian terakhir kami juga melakukan kegiatan terkait terumbu karang, sehingga habitatnya bisa kembali lagi,” ujarnya.
Ia menyebut dalam satu tahun PLN EPI dapat melaksanakan kegiatan lingkungan sekitar tiga hingga empat kali, dengan prioritas di wilayah yang berdekatan dengan proyek dan pengembangan infrastruktur PLN EPI di seluruh Indonesia.
“Setahun itu bisa tiga sampai empat kali kegiatan. Prioritasnya di wilayah-wilayah proyek dan pengembangan infrastruktur kami, karena wilayah kerja PLN EPI mencakup seluruh Indonesia,” kata Amril.
Amril berharap aksi tersebut dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak terhadap kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai.
“Tujuannya untuk melestarikan lingkungan. Ini memang bagian dari hal kecil yang kami lakukan. Yang paling penting adalah seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di bantaran sungai, bisa bersama-sama menjaga sungai dan membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.***
Fikri
