HomeKabupaten BogorSiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara Gunung Sindur Luncurkan Dua Buku “Echoes Of...

Siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara Gunung Sindur Luncurkan Dua Buku “Echoes Of Heritage dan Antologi”

Bogordaily.net – Siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara Gunung Sindur meluncurkan dua buku berjudul “Echoes Of Heritage dan Antologi” kepada publik pada Minggu 27 September 2026.

Head of School SMA Kemala Taruna Bhayangkara Henry Adi menjelaskan bahwa, buku tersebut merupakan karya yang ditulis langsung oleh para siswa kelas 11 SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

“Yang ditulis oleh siswa kami ada dua buku yang pertama kumpulan kolom atau opini yang berjudul Echoes of Heritage, kemudian ada Antologi puisi,” kata Henry kepada wartawan.

“Semuanya ditulis oleh siswa kami kelas 10 tahun lalu, berarti tahun ini kelas 11. Kemudian dikurasi atau diedit oleh profesionalnya, para penulis profesional,” tambahnya.

Menurut dia, buku Echoes of Heritage awalnya berasal dari penugasan di pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Terkait merefleksikan pengalaman mereka berinteraksi dengan budaya, berinteraksi dengan lingkungan sekitar mereka, kemudian menghubungkannya dengan isu-isu lokal dan global dalam perspektif mereka masing-masing.

“Termasuk di dalamnya mereka beropini untuk apa yang terbaik yang bisa kita dan orang lain lakukan terkait dengan isu-isu yang mereka bahas itu,” jelasnya.

Adapun, kata Henry, buku tersebut telah diperuntukan untuk publik serta sebagai bahan pembelajaran para siswa di SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

“Karena bukunya ber-ESBN, jadi ini buku yang memang diperuntukkan untuk publik. Tapi khusus untuk sekolah kita, buku ini juga tidak hanya akan menempati lemari perpustakaan ini, tapi akan juga menjadi bahan pembelajaran, baik untuk siswa itu sendiri, maupun nanti adik-adiknya,” ujar dia.

Ditempat yang sama, salah satu siswa penulis buku, Nasya Husniya mengungkapkan rasa gembira atas launching buku yang ia tulis dari hati.

“Saya merasa senang sekali saat menulis walaupun ini adalah tugas awalnya saya merasa bisa menyampaikan pendapat saya dari dalam hati,” kata Nasya.

“Saya menuliskan karya saya dengan gembira dan tanpa ada tekanan sejujurnya. Saya merasa bahagia karena bisa menuliskan buku juga bersama teman-teman saya yang lain,” sambungnya.

Menurut Nasya, isi dalam buku tersebut merupakan suara suara siswa selama berada di asrama yang berisi cerita dan pesan mendalam.

“Jadi pertama-tama buku ini berasal dari suara-suara kami yang mungkin ingin kita sampaikan dari dalam terinspirasi dari kehidupan-kehidupan kami juga sebenarnya kehidupan yang dekat dari kami yang bisa kami olah menjadi sebuah cerita dan pesan yang bermakna mendalam,” kata dia.

Selain itu, kata Nasya, buku tersebut berisikan tentang isu kesehatan mental, dan berbagai hal lainya terkait kehidupan siswa di asrama.

“Tentang isu-isu terpinggirkan misalnya tentang kesehatan mental atau tentang hal lainnya yang terutama kita dapat dari tekanan dalam asrama yang bisa kita olah menjadi suatu cerita dan makna lain dalam kehidupan ini,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui buku tersebut ke depannya akan membuat dirinya lebih semangat untuk menginspirasi banyak orang.

“Dan kolaborasi ini membuat saya lebih semangat lagi dalam berkarya untuk kedepannya,” ungkap Nasya.***

Albin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here