HomeKota BogorPemkot Bogor Akan Kirim Karyawan Perumda Tirta Pakuan untuk Belajar Pengurangan Kehilangan...

Pemkot Bogor Akan Kirim Karyawan Perumda Tirta Pakuan untuk Belajar Pengurangan Kehilangan Air di Korea

Bogordaily.net — Pemerintah Kota Bogor berencana mengirim karyawan Perumda Tirta Pakuan untuk mempelajari pengurangan kehilangan air dan pengelolaan jaringan air minum berbasis teknologi di Republik Korea. Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi karyawan agar mampu mengimbangi perkembangan teknologi dan menjawab kebutuhan pelayanan publik.

“Peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Kita membutuhkan karyawan yang mampu menguasai teknologi, memahami persoalan di lapangan, dan memberikan solusi. Karena itu, kesempatan belajar di Republik Korea ini harus menjadi bekal untuk memperbaiki pelayanan air minum bagi warga Kota Bogor,” ujar Dedie.

Rencana pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Green Transition Initiative (GTI), yang mencakup penyusunan studi pra-kelayakan dan perencanaan Smart Water Management di Perumda Tirta Pakuan.

Program ini menggabungkan penguatan kapasitas karyawan, kajian teknis jaringan, serta peninjauan alternatif pembiayaan.

Dedie juga menekankan pentingnya tindak lanjut dan berbagi pengetahuan setelah peserta kembali ke Kota Bogor.

“Ilmu yang diperoleh harus diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan kerja. Kita ingin hasilnya nyata: penanganan kehilangan air semakin baik, kerja semakin efisien, dan pelayanan kepada masyarakat semakin andal,” katanya.

Melalui program ini, karyawan Tirta Pakuan diharapkan dapat memperdalam kemampuan dalam pengelolaan jaringan, analisis data operasional, dan penentuan prioritas penanganan kehilangan air.

Pembelajaran tersebut akan disesuaikan dengan kondisi infrastruktur dan kebutuhan pelayanan di Kota Bogor.

Dokumen program menetapkan sasaran penurunan tingkat air tak berekening atau Non-Revenue Water (NRW) hingga di bawah 20 persen, dengan target utama sekitar 15 persen melalui proyek percontohan.

Pencapaiannya akan didukung survei kondisi awal, investigasi lapangan, analisis data, dan perencanaan penanganan pada zona prioritas.

Pengendalian kehilangan air diharapkan dapat mengoptimalkan air yang tersedia untuk pelanggan.

Dengan jaringan yang dikelola lebih baik, Tirta Pakuan dapat meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mendukung keandalan pasokan kepada masyarakat.

Program GTI melibatkan kementerian terkait dari Indonesia dan Republik Korea, dengan pelaksanaan proyek oleh Hankuk Engineering Consultants bersama Korea Water Partnership (KWP).

Sejumlah lembaga teknis pengelolaan air di Korea juga tercantum dalam program untuk mendukung pelatihan dan pertukaran pengetahuan.

Selain pelatihan, program mencakup penyusunan model bisnis untuk zona prioritas dan kajian kebutuhan investasi. Alternatif pembiayaan yang ditinjau meliputi hibah, kemitraan pemerintah dengan badan usaha, serta pinjaman, sesuai hasil kajian dan kebutuhan pengembangan.

Melalui penguatan SDM dan perencanaan berbasis data, kerja sama ini diharapkan mendukung kemampuan Tirta Pakuan dalam mengelola jaringan secara berkelanjutan serta menghadirkan pelayanan air minum yang semakin baik bagi warga Kota Bogor.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here