Bogor Daily – Cisarua , Peredaran narkoba di Kabupaten Bogor makin memprihatinkan. Di mana Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan penyumbang terbanyak penyalahgunaan narkoba. Ini tentu harus menjadi kewaspadaan semua pihak. Kalau tidak, masa depan generasi muda semakin gawat.
Ketua DPP Gerakan Indonesia Antinarkoba (GIAN), Guntur Eko Widodo, mengatakan, saat ini status Jawa Barat bukan lagi kritis, melainkan darurat penyalahgunaan narkoba. Kabupaten Bogor, khususnya Puncak, menjadi entry poin atau pintu masuk peredaran narkoba terbesar kedua setelah Bandung.
Selain Puncak, Kecamatan Ciawi, Tamansari dan Ciomas juga menjadi titik masuk peredaran narkoba. “Sebanyak 20.000 jiwa di Jawa Barat saat ini menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Memutus rantai peredaran ini, GIAN bakal berkoordinasi dengan pemangku kebijakan wilayah. “Kita akan giatkan koordinasi dengan camat dan lurah, khususnya di desa,“ jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan akan mengajak seluruh komponen memutus mata rantai peredaran, jaringan dan penyalahgunaan narkoba. ”Kita hadir sinergi secara positif dan bermitra secara strategis dengan lembaga terkait untuk memberantas narkotika,” pungkasnya.

