Tuesday, 18 June 2024
HomeNasionalWow! Bekas Pengacara Setnov Ngaku Didukung 90 Ribu Advokat

Wow! Bekas Pengacara Setnov Ngaku Didukung 90 Ribu Advokat

BOGOR DAILY- Mantan pengacara Setya Novanto, Yunadi mengaku dirinya didukung oleh puluhan ribu advokat. Hal tersebut disampaikannya selesai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (15/1/2018).

mengklaim, sebanyak 50.000 advokat dari Peradi dan 40.000 anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI) memberikan petisi untuk mendukung dirinya dalam kasus yang menjeratnya kini.

diketahui ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

“Kalau saya dari Peradi yang mempunyai anggota 50.000, teman saya dari KAI 40.000, total udah 90.000 advokat,” kata , Senin malam.

“Dukung anda semua itu?” tanya wartawan menegaskan.

“Oh iya mendukung,” jawab .

bersikukuh advokat tidak bisa dikriminalisasi. “Polisi, jaksa, hakim orang KPK, kan enggak dilindungi kekebalan. Mereka itu iri sama dengan kita,” ujar .

Di satu sisi dia tetap mengakui bahwa profesi advokat bukan berarti tidak bisa salah.

“Saya nembak orang, mukul situ, ya saya salah dong. Tapi kalau sekarang saya membela klien saya, apa keuntungan buat diri saya. Saya membela karena saya tahu ada kriminalisasi yang dilakukan,” ujar .

Dalam kesempatan ini, juga membantah semua sangkaan KPK seperti terlibat memanipulasi data medis Novanto. Termasuk soal membooking 1 lantai kamar perawatan.

Menurut dia, petinggi Golkar yang datang menjenguk Novanto termasuk saksi yang melihat bahwa tidak mungkin saat itu dapat membooking 1 lantai kamar perawatan di RS Medika Permata Hijau.

“Saya minta izin sama rumah sakit boleh enggak yang kosong saya booking untuk ajudan. Boleh, selama tidak ada pasien silahkan dibooking,” ujar .

Pada pemeriksaannya hari ini Fredrich berada di KPK hampir 10 jam. Dia diperiksa mulai pukul 13.14 WIB hingga pukul 22.40 WIB. Menurutnya, ada 7 pertanyaan yang diajukan penyidik.

“Yang hari ini 15 halaman, tapi hanya 7 pertanyaan, cukup panjang,” ujar Fredrich.