Bima Arya Buka-bukaan Soal Gajinya Jadi Walikota Bogor

BOGOR DAILY-Kampanye di hari kedua, pasangan calon walikota bogor Bima Arya-Dedi A Rachim memanfaatkan waktunya untuk kumpul bareng insan media. Lewat acara ‘ngopi bareng’, pasangan Bima-Dedi atau yang populer dijuluki Badra saling bertukar pikiran dengan sejumlah awak media. Diskusi berlangsung hangat.

Ini juga jadi ajang untuk mengenalkan Saung Badra sebagai posko pemenangan pasangan nomor urut tiga tersebut. Berbagai topik dibahas, termasuk soal pengalaman calon wali kota Bogor Bima Arya menjadi kepala daerah.

Siapa sangka, kalau selama ini Bima menggadaikan SK-nya selama lima tahun, demi merenovasi rumahnya yang berada di Pendopo VI, Komplek Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur.

“Sampai 5 tahun, untuk memperbaiki pendopo (rumah). Mau dari mana, (gaji) enggak cukup,” kata Bima saat melakukan tatap muka dengan sejumlah pewarta di Posko pemenangan Badra, Kota Bogor, Jumat (16/2/2018) malam.

Menurutnya, gaji yang diterima memang ada tiga kategori. Mulai dari gaji pokok Rp6,1 juta per bulan, pembagian upah pungut pertiga bulan sekali sebesar Rp70-80 juta serta surat perintah jalan (SPJ). Akan tetapi, gaji itu pun belum bisa memenuhi perbaikan bangunan kediamannya. “Berlebih tidak, sehingga ya tetap harus pinjam,”aku suami Yane Ardian itu tanpa malu-malu.

Bima juga mengaku sedih jika ada tuduhan yang dialamatkannya mengenai persoalan uang. Menurutnya, masyarakat bisa melihat kehidupan pribadinya saat ini. “Bisa dilihat dari kehidupan saya seperti apa. Mobil aja saya jual tahun lalu. Kalau pun masih tidak percaya, saya melaporkan harta saya ke KPK dan itu bisa dilihat,” ungkap Bima.

Tak hanya sharing soal perjalanan Bima memimpin, ayah dua anak ini juga memperkenalkan calon wakilnya Dedie A Rachim yang berlatar belakangan dari kalangan profesional, yakni eks pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya berterimakasih karena rekan-rekan media sudah hadir. Ini sekaligus untuk mengenalkan pendamping dan posko pemenangan,” tandasnya.