Demi Kampung Urug, Devie P Sultani Tempuh Jalan Terjal dan Berliku

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Lelah bercampur bahagia dirasakan Devie P Sultani, anggota DPRD Kota Bogor, setelah berhasil menembus jalanan terjal dan berliku menuju Kampung Urug, Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kampung Adat Urug, sempat terisolir saat bencana awal tahun menerjang wilayah Sukajaya. Pemukiman warga hancur, disapu material longsor. Akses jalan terputus, karena tumpukan tanah merah dan batu yang menggunung.

Peristiwa itu menggerakkan hati Devie datang belihat keadaan serta berjumpa dengan korban bencana. Bersama relawan Garnita Malahayati, Devie merangsek menuju lokasi bencana, di Desa Harkatjaya Lebak, Kabupaten Bogor.

Read More

Tepat pukul 08:00 WIB, rombongan tancap gas menuju lokasi via Nanggung. Karena medan yang terjal, sesekali iringiringan kendaraan berhenti. Sekadar mengecek kondisi mobil masing-masing, serta membersihkan ban mobil yang diselimuti tanah. Perjalanan menuju lokasi memacu adrenalin. Mobil rombongan harus menerobos tanah merah, bekas longsoran. Disepanjang menuju kampung Urug masih dilihat alat berat jenis Becko, beroperasi meratakan tanah serta membersihkan permukaan tanah dari matrial longsor.

“Kami harus lewati kebun sawit. Medannya terjal. Banyak bebatuan. Kami juga harus melewati tanjakan dan tikungan tajam,” ungkap Devie, yang masih berkesan dengan perjalananya ke Kampung Urug.

Tiba di lokasi rombongan disambut kepala desa setempat beserta warga. Tak sampai disitu, rombongan juga bergerak menuju tempat kejadian banjir dan longsor. Beberapa staf desa sempat meragukan keseriusan rombongan menuju lokasi. Sebab, lokasinya masih 3 kilometer dari kantor desa dan harus ditempuh berjalan kaki.

“Luar biasa jalan menuju ke sana dengan berjalan kaki. Saya salut buat warga di sini,” kata Devie.

Tiba di lokasi, rombongan juga bertemu warga setempat. Mereka sudah mulai beraktivitas. Dalam perbincangan dengan warga, sebagian warga masih tak percaya denga kejadian yang melululantakan kampungnya.

“Mereka sudah tidak bisa berkata lagi. Cuma bisa bersyukur bisa lolos dari maut,”kata Devie, menirukan ucapan warga disana yang ditemui.

Tak terasa, adzan dzuhur terdengar. Rombongan akhirnya singgah di sebuah mushola sebelum melanjutkan pulang ke kantor desa.

Tak disangka Devie, ternyata perjalanan pulang lebih menantang dibanding sebelumnya. Supaya bisa tiba di Posko Haur Jaya II No 19, rombongan harus nyusuri jalan menanjak dengan kemiringan nyaris 90 derajat.

“Saya bangga dengan relawan millenial Garnita dan Garpe. Karena semuanya bersemangat ikut turun ke lokasi bencana. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya. (bdn)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *