Awalnya Cuma Meme, Bayar SPP Sekolah Pakai GoPay Kini Jadi Kenyataan

  • Whatsapp
Foto: detikInet

BOGORDAILY – Awal Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) langsung mendapat beragam respon dari masyarakat. Khususnya di jagat media sosial.

Masyarakat dunia maya yang dikenal dengan istilah netizen ini banyak yang berkomentar mengenai pembayaran SPP sekolah menggunakan GoPay. Bahkan ada juga yang membuat meme. Meme adalah adalah ide, perilaku, atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah budaya. Biasanya penyebarannya melalui internet bisa berupa gambar, video, maupun tulisan.

Read More

Berawal dari guyon, kini hal tersebut jadi kenyataan. Detikcom pun mendapatkan layanan pembayaran SPP sekolah di aplikasi Gojek. Aplikasi transportasi online yang dibuat Nadiem Makarim ini terdapat layanan pembayaran SPP sekolah.

Dalam aplikasi Gojek, layanan SPP Sekolah dengan GoPay terdapat pada kolom schools yang merupakan menu baru yang terdapat pada layanan Gobills. Selan SPP Sekolah adapula menu baru lainnya seperti pembayaran zakat, asuransi, dan multifinance.

Berdasarkan catatan detikcom juga, layanan tersebut sudah diiterapkan oleh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Akhlaqiyah di Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah. Sekolah tersebut berinisiatif menyediakan opsi pembayaran dengan GoPay pada seleksi calon peserta didik baru.

Seperti tertera pada flyer yang disebarkan di berbagai media sosial dan website sekolah tingkat dasar tersebut, para orang tua dan murid bisa mendaftar sekolah secara online maupun offline.

“Penerimaan peserta didik baru 2020/2021 MI Miftahul Akhlaqiyah. Daftar lewat HP, bayar pakai GoPay,” demikian keterangan pada flyer tersebut.

Miftahul Arief, Kepala Madrasah Miftahul Akhlaqiyah, membenarkan adanya fasilitas pembayaran yang lebih beragam ini. Dia menjelaskan opsi tersebut dimaksudkan untuk memberikan kemudahan terutama dalam urusan pembayaran bagi para calon orang tua murid yang hendak mendaftarkan anaknya masuk sekolah tersebut.

“Kami menyesuaikan era, karena mindset orang tua sekarang adalah serba-cepat dan instan. Ojek saja bisa bayar online, kenapa pendidikan tidak?,” ungkapnya seperti disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (28/11/2019).

Jika dilihat dalam keterangan di situs MI Miftahul Akhlaqiyah, opsi pembayaran lewat e-payment ini memang belum menggunakan kode QR untuk penyedia layanan pembayaran digital.

Pilihan pembayaran ini murni merupakan inisiatif sekolah dengan menggunakan akun e-payment milik Arief yang diperuntukkan sebagai tujuan transfer. Dijelaskan olehnya, tujuan sebenarnya adalah untuk memberikan alternatif pembayaran sekolah. Dengan cara tersebut, calon orang tua siswa tak harus datang ke madrasah untuk sekadar membayar biaya pendaftaran seperti yang umum dilakukan selama ini. Menurut Arief, kendala yang dihadapi calon orang tua murid kebanyakan adalah kesibukan.

Kendala lainnya, banyak calon orang tua siswa yang telanjur datang ke madrasah tapi tidak membawa uang tunai atau membawa tapi jumlahnya kurang. Dengan adanya opsi pembayaran yang lebih beragam, mereka tidak perlu bolak-balik mengambil uang tunai.

Selain GoPay, MI Miftahul Akhlaqiyah juga memperluas pilihan pembayaran lewat layanan fintech dengan menambah opsi pembayaran menggunakan Ovo, Linkaja, dan Dana.

Beberapa pilihan ini, menurut Arief, akan dikembangkan juga untuk pembayaran SPP siswa. Kemudahan calon orang tua siswa tak hanya dalam hal pembayaran, calon orang tua siswa madrasah juga bisa mendaftar dengan mengisi formulir online. Dengan demikian, beberapa berkas yang selama ini harus disediakan dalam bentuk fotokopi cukup diunggah melalui ponsel. (detikcom/bdn)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *