Upaya Pemerintah Kota Bogor Perlu Dukungan Masyarakat

  • Whatsapp

BOGORDAILY – Pemerintah Kota Bogor terus gencar berupaya mengatasi penyebaran Covid19 di wilayah Kota Bogor. Untuk itu Pemerintah Kota Bogor telah melakukan berbagai upaya. Mulai dari melakukan sosialisasi pencegahan, seperti menghimbau warga soal physical distancing, kampanye di rumah saja, menerbitkan surat edaran tentang belajar di rumah dan melaksanakan rapid test. Di samping tentunya mengkoordinir penanganan pasien yang terpapar. Lebih dari itu, juga terus diupayakan cara memutus matarantai penyebaran virus dari orang yang sudah terpapar virus.

Untuk itu Pemerintah Kota Bogor juga telah menyelenggarakan tiga kali rapid test. Kegiatan ini berlangsung di halaman Gelanggang Olah Raga (GOR) Pajajaran Kota Bogor, Sabtu (28/3), Selasa (31/3) dan Sabtu (4/4). Menurut Wakil Walikota Bogor Dedie ARachim, rapid test di Kota Bogor diprioritaskan bagi ODP, PDP, dan orang yang berisiko. Tes dilakukan dengan menggunakan dua metode. Pertama metode laboratorium biasa yang dilakukan dengan melayani peserta di lokasi yang telah ditetapkan.

Read More

Metode kedua dilakukan sesuai arahan Gubernur Jawa Barat yaitu dengan drive thru dan berlangsung di GOR Pajajaran. “Drive thru sudah dilakukan. Sedangkan laboratorium biasa dilakukan untuk petugas medis di RSUD dan di bebera papuskesmas, kami sedang lakukan rekapitulasi penghitungan dari rapid test yang kita sebar itu sudah kita peroleh semua hasil rapid test di Kota Bogor,” kata Dedie. Menurutnya metode drive thru dinilai yang paling aman.

Pelaksanaan tes cepat dilakukan para petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bogor itu. Pesertanya adalah mereka yang termasuk di dalam daftar yang dibuat oleh Dinas Kesehatan, diantaranya yang tergolong sebagai ODP. Dengan metode drive thru, peserta bias menggunakan mobil atau sepeda motor. Untu kitu, di lokasi tes dibuat jalur untuk mobil dan jalur untuk sepeda motor. Baik jalur mobil dan jalur motor masuk kelokasi tes melalui Jalan Ahmad Yani. Sampai di lokasi tes, peserta tidak perlu turun dari kendaraan, tapi petugas pelaksana tes yang menghampiri ke kendaraan, mengukur suhu tubuh dengan thermo gun dan mengambil sampel darah. Peserta menunggu sekitar 15 menit untuk mengetahui hasilnya.

Bagi ODP yang positif, selanjutnya dilakukan tes swab untuk mengetahui hasilnya lebih lanjut. Berikutnya ditracking, untuk mengetahui yang bersangkutan sempat bertemu dengan siapa saja. “Alhamdulillah semuanya berjalan dengan sangat lancer sesua ikonsep yang ditawarkan Pak Gubernur, kata Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip. Menurutnya, rapid test dengan metode drive thru ini membuat semua pihak merasa nyaman, baik tenaga medis maupun yang diperiksa. Juga hasilnya sekitar 20 menit dapat diketahui negative atau positif.

Sementara itu Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachimmenilai, rapid test untuk virus corona terbaru atau COVID-19 ini dapat membuka peta sebaran virus itu lebih jelas. .”Jadi intinya sih bahwa dengan melakukan rapid test ini kita harapkan pemetaan klaster penyebaran bias lebih jelas lagi,” katanya. Untuk selanjutnya Pemerintah Kota Bogor bersiap membatasi mobilitas orang keluar-masuk wilayah Kota Bogor dengan konsep Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Sedangkan untuk melakukan pencegahan, Pemerintah Kota Bogor mensiagakan rukun warga (RW). Satuan tugas itu diharapkan Dedie dapat memantau pergerakan orang di wilayahnya. “Tentu RW Siaga Corona ini adalah kekuatan masyarakat di wilayah untuk bias menangkal arus mobilisasi atau keluar-masuk warga maupun pendatang yang masuk kedaerahnya,” katanya. “Karena biar bagaimanapun juga, dengan kondisi sekarang, seseorang yang dating dari daerah lain, bias dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP),” lanjutnya. Ia mengingatkan, virus corona berbeda dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan Chikungunya. Antara lain karena sebarannya pun cukup sulit dideteksi.

Untuk itu diharapkan masyarakat memberikan dukungan terhadap apa yang sudah dan sedang serta akan dilakukan pemerintah dalam upaya mengatasi wabahini. Warga cukup mengikuti arahan yang sudah disampaikan pemerintah, sebab tanpa kemauan masyarakat mendukung setiap upaya pemerintah, situasi sekarang akan lambat berubah. Bahkan bias jadi lebih buruk. Selain mencegah diri sendiri, masing-masing kita perluberupaya ikut memutus matarantai penyebaran virus ini. (Adv)

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *