Tak Gentar Dikritik, Pangdam Jaya Maju Terus

  • Whatsapp

BOGOR DAILY-Perintah Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman kepada prajuritnya untuk mencopot baliho Habib Rizieq memang menuai kontroversi. Namun Dudung tak kendor meski menghadapi banyak kontroversi.
Suara kritis datang dari para politikus. Ada Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Partai Gerindra Bambang Kristiono yang meminta TNI kembali ke tugas pokoknya. Tugas menurunkan baliho bukanlah milik TNI, melainkan milik Satpol PP.

Baca juga:
Dikritik soal Baliho Habib Rizieq, Pangdam Jaya: Saya Akan Terus Copot!
“Masih ada institusi-institusi lain yang lebih berwenang untuk menertibkan itu,” kata Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi Partai Gerindra Bambang Kristiono kepada wartawan, Jumat (20/11).

Read More

Wakil Ketua Komisi I Bambang Kristiono (situs www.dpr.go.id)
Wakil Ketua Komisi I Bambang Kristiono (situs www.dpr.go.id)
PKS juga bersikap senada. Wakil Ketua Komisi I DPR dari PKS, Abdul Kharis Almasyhari menyarankan sebaiknya urusan mencopot baliho diserahkan kepada Satpol PP saja. Tak perlu TNI turun tangan untuk menyelesaikan pekerjaan itu.

Baca juga:
Pangdam Jaya: Masyarakat FPI juga Ikut Copot Baliho Habib Rizieq
“Baliho itu kan bagian Satpol PP, biarlah urusan Satpol PP. Kalau misalkan, boleh juga sih kalau tentara dilibatkan, tapi sifatnya diminta bantuan,” kata ketika dihubungi, Jumat (20/11).

Mayjen Dudung tak gentar. Dia berpendapat militer tidak bisa diam saja melihat kondisi ini. Militer harus bergerak, tidak boleh berpangku tangan.

“Ya kalau sesuai fungsinya, menunggu ancaman dari luar, kapan kerjanya? Terus mau diam saja?” ujar Dudung seperti dilansir detikcom, Sabtu (21/11).

Dudung mengatakan memberi perintah kepada jajaran Kodam Jaya untuk mencopot baliho Habib Rizieq karena Satpol PP dan kepolisian tak berdaya. Dia menegaskan akan terus melakukan pencopotan baliho Habib Rizieq.

“Sementara Pol PP dan Polri sudah nggak berani bertindak, saya akan terus lakukan (pencopotan baliho Habib Rizieq),” tegas Dudung.

Bahkan, pihak TNI juga dibantu masyarakat saat menurunkan baliho Rizieq. FPI, kelompok pendukung Rizieq, turut membantu kegiatan ini.

“Saya akan terus lakukan dan sekarang gabung dengan Pol PP, Polri dan bahkan masyarakat FPI yang turut gabung mencopot baliho tersebut,” kata Dudung.

Nampak dua orang berkopiah putih, yang salah satunya memakai gamis putih berada di lokasi pencopotan baliho bergambar sosok Habib Rizieq. Pencopotan itu terlihat dilakukan saat langit sudah gelap.

Dalam kesempatan yang sama, Dudung menanggapi kritik yang ditujukan kepadanya terkait pencopotan baliho Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab. Dudung menyampaikan tidak akan berdiam diri dan akan terus menertibkan baliho-baliho Habib Rizieq

Loading...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *