Monday, February 6, 2023
HomeHeadlineCovid-19 Mengganas, Kota Bogor Kekurangan Nakes

Covid-19 Mengganas, Kota Bogor Kekurangan Nakes

IIMS

Bogordaily.net – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengungkapkan, berdasarkan kebutuhan saat ini, Kota Bogor membutuhkan lebih dari 200 orang nakes.

Hingga saat ini, baru tercapai hanya sekitar 20 orang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mencari sumber-sumber nakes yang kompeten.

“Kalau 200 itu yang untuk kebutuhan isolasi, sementara kebutuhan di RSUD juga tinggi. Semua sama masalahnya, SDM-nya. Aktivasi RSUD dua (RS Perluasan) saja mungkin butuh berapa puluh lagi, itu juga belum terpenuhi,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Senin 5 Juli 2021.

Menurut Dedie, kondisi darurat Covid-19 saat ini membuat Kota Bogor kekurangan tenaga kesehatan (nakes). Dari 200 orang nakes yang dibutuhkan, baru ada 20 nakes siap melayani pasien Covid-19.

“Jadi saat ini yang kita hadapi bukan hanya masalah oksigen, tapi juga masalah nakes. Ini tantangan kita bagaimana kita bisa mendapat nakes,” katanya.

Kemudian Dedie menegaskan, saat ini kelengkapan peralatan nakes sudah memadai. Hanya saja, justru SDM nakesnya yang belum tercukupi, para nakes yang ada saat ini terbagi-bagi tugas.

“Sekarang SDM-nya langka karena kebutuhan-kebutuhannya dimana-mana. Antara lain ada yang menjadi swaber, vaksinator, ditambah kebutuhan-kebutuhan rumah sakit tidak hanya di Bogor tapi seluruh RS di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir memaparkan, nakes yang ada saat ini diyakininya masih memiliki moril yang tinggi.

“Hanya memang ini jumlah kecepatan kapasitas penambahan pasien dibandingkan dengan penambahan SDM dan ruangan tidak sebanding. Jadi masih banyak yang positif baru, terutama dari isoman,” paparnya.

Kondisi ini, kata dr. Ilham, memang belum ideal. Menurutnya, satu perawat menangani enam pasien. Apalagi, penanganan pasien Covid-19 lebih berat karena harus menggunakan baju hazmat.

Terlebih lagi saat ini, satu perawat melakukan penanganan untuk 15 pasien. Memang kondisi seperti saat ini mengharuskan RSUD meningkatkan kapasitas.

“Kalau SDM kita naikkan dengan kontingensi. Jadi yang rawat inap kita kurangi. Mau tidak mau sekarang hanya tersisa 56 (nakes) untuk rawat umum non-Covid-19. Nanti kita target menjadi 341 nakes untuk Covid-19. Kita bertahap dulu,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Gabung dengan Kami

Loker Bogor Daily

Invitation Investor Gathering

Anton S Suratto

Perumda Tirta Pakuan

PAN Jawa Barat

Harlah PPP

Dirgahayu PDI Perjuangan

RSUD Ciawi

RSUD Leuwiliang

Antam

Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama

Perumda Tirta Kahuripan

Sienna Residence bogor

UIKA Bogor