PWNU Jatim Sepakat Usung Gus Yahya Sebagai Calon Ketum PBNU

Menu

Mode Gelap
Malang Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,3 Niat Jemput Anak, Seorang Ibu Asal Cigudeg Tewas Tertabrak Truk Terputusnya Aliran Listrik PLN, Ini 3 Wilayah yang Terdampak Akibat Hujan Deras dan Angin, Pohon di Perum Taman Griya Tumbang Klarifikasi, Rachel Vennya: Aku Tidak Lakukan Karantina Sama Sekali

Nasional · 13 Okt 2021 12:42 WIB

PWNU Jatim Usung Gus Yahya Jadi Calon Ketum PBNU


 PWNU Jatim Sepakat Usung Gus Yahya Sebagai Calon Ketum PBNU.(Antara/Bogordaily.net) Perbesar

PWNU Jatim Sepakat Usung Gus Yahya Sebagai Calon Ketum PBNU.(Antara/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) memutuskan mendukung KH Yahya Cholil Staquf sebagai calon Ketua umum Pengurus Besar NU (PBNU).

KH Yahya Cholil Staquf yang akrab disapa Gus Yahya, sebagai calon Ketua PBNU periode 2021-2026 yang akan dipilih pada Muktamar ke-34 di Lampung 23-25 Desember 2021.

Wakil Rais PWNU Jatim K.H. Anwar Iskandar mengungkapkan keputusan tersebut melalui rapat pleno gabungan Syuriah dan Tanfiziah PWNU Jatim.

“Rapat pleno tadi juga memutuskan PWNU Jatim akan memperjuangkan K.H. Miftachul Ahyar sebagai Rais Aam PBNU,” katanya kepada wartawan usai mengikuti rapat pleno di Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur Surabaya, dilansir dari aktual, Selasa (12 Oktober 2021).

Rapat pleno gabungan tersebut dipimpin oleh Rais Syuriah PWNU Jatim K.H. Anwar Mansyur, yang juga dihadiri Ketua Tanfiziah PWNU Jatim K.H. Marzuki Mustamar.

Selain Wakil Rais PWNU Jatim K.H. Anwar Iskandar, hadir pula Khatib PWNU Jatim K.H. Syafruddin Syarif dan Wakil Khatib Gus Kautsar serta jajaran pengurus inti PWNU Jatim lainnya.

Kyai Haji Anwar Iskandar menjelaskan bahwa keputusan hasil rapat pleno ini atas pertimbangan regenerasi kader-kader NU untuk menempati posisi strategis pada struktur tanfiziah.

“Kami memiliki kader-kader NU yang sangat potensial, yakni Gus Yahya untuk menempati posisi strategis pada struktur tanfiziah PBNU,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien di Kota Kediri, Jawa Timur itu menegaskan bahwa rapat pleno itu untuk memperjuangkan keputusan organisasi.

Agar satu barisan memperjuangkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan Rais Aam.

Sistem AHWA merupakan pemilihan yang memberikan mandat penuh kepada sebanyak sembilan kyai sepuh yang telah ditentukan secara khusus untuk memilih Rais Aam PBNU.

Sedangkan untuk pemilihan ketua umum tetap akan dilakukan dengan sistem pemilihan langsung di area Muktamar NU Lampung pada tanggal 23-25 Desember 2021.***

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pesan Panglima TNI, Prajurit Selalu Manunggal Bersama Rakyat

23 Oktober 2021 - 13:55 WIB

Panglima

Satpol PP Kota Depok Segel Ulang Masjid Jamaah Ahmadiyah

23 Oktober 2021 - 11:28 WIB

Satpol

Karyawati Basarnas, Tewas Ditangan Begal di Jakpus

23 Oktober 2021 - 11:11 WIB

Ada 92,2 Juta Pengguna Tiktok Indonesia, Meningkat Tiga Kali Lipat dalam Waktu Satu Tahun

23 Oktober 2021 - 10:04 WIB

92

BNPB: Gempa Malang Sebabkan Kerusakan Bangunan di Kabupaten Blitar

22 Oktober 2021 - 21:00 WIB

BNPB

Tekan Impor, MenKopUKM Teten Masduki Luncurkan Cangkul Merah Putih Berlabel SNI

22 Oktober 2021 - 17:10 WIB

Merah putih
Trending di Nasional