Sunday, 19 May 2024
HomeBeritaBermodal 1 Juta, UMKM Asal Bandung Wendi Paisal Sukses Berdayakan 42 Penduduk...

Bermodal 1 Juta, UMKM Asal Bandung Wendi Paisal Sukses Berdayakan 42 Penduduk Lokal

Bogordaily.net – Situasi yang sulit selama pandemi Covid-19 mengakibatkan berbagai masalah termasuk himpitan ekonomi. Tidak sedikit pelaku UMKM yang mengalami penurunan omzet hingga harus menutup usahanya karena besarnya pemasukan tidak sebanding dengan jumlah pengeluaran. Namun, hal itu tidak membuat seorang pria bernama Wendi Paisal patah arang, ia justru bisa mengembangkan usahanya di tengah pandemi Covid-19.

Wendi adalah pelaku UMKM di Kota Bandung, Jawa Barat yang merintis usaha saat pandemi dengan modal yang Rp 1 juta hasil menggadai perhiasan sang istri.

Usaha Wendi bukan tanpa cobaan, namun dengan semangat yang gigih serta bekal ilmu hasil dari mengikuti training di Kampus UMKM Bandung, Wendi kini bisa meningkatkan omzet usahanya hingga 60 persen serta mempekerjakan puluhan warga yang tinggal di sekitar lingkungannya.

Berikut adalah salah satu cerita sukses seller di Kota Bandung yang meski sempat diterpa berbagai cobaan usaha saat pandemi Covid-19, namun kini bisa bangkit setelah mengikuti pelatihan di Kampus UMKM Bandung.

Tidak pernah terpikirkan oleh Wendi Paisal (26), keberaniannya merintis usaha sendiri justru berbuah manis. Bagaimana tidak? Saat ini, Pria pemilik toko online Indahfashion26, mampu menjual hingga 450 pesanan dalam satu hari.

Padahal, bisnis reseller pakaian yang sebelumnya ia geluti, menemui jalan buntu akibat tidak kunjung mendapatkan keuntungan.

Lika-liku berbisnis merupakan hal yang wajar dihadapi dalam merintis usaha, tidak terkecuali bagi para pelaku UMKM. Wendi, pemuda asal Bandung ini, tahu betul bagaimana kesulitan yang dihadapi saat jatuh bangun mengembangkan usaha miliknya.

Apalagi di tengah gempuran pandemi Covid-19 yang menambah beban pengeluaran dengan pemasukan yang terbilang minim.

“Awalnya saya dulu supplier ke toko-toko. Karena persaingan harga, ya nggak dapet untung, untung kita kecil banget. Waktu itu karena ekonomi, kita kesulitan menjual barangnya, penjualannya kurang, lalu kepikiran kenapa saya nggak jual sendiri aja?,” ujar Wendi saat bercerita awal mula merintis bisnisnya.

Bermodalkan nekat dan uang sebesar satu juta rupiah hasil gadai perhiasan istri, Wendi pun memutuskan untuk memproduksi baju rajutannya sendiri dan memanfaatkan ecommerce, , sebagai lapak berjualan.

Pada tahun 2019, Indahfashion26 pun mulai beroperasi dan berjualan secara online dengan produk andalan berupa cardigan dan sweater untuk wanita. Awal bergabung dengan , Wendi tidak mengerti dan memahami seluk beluk dunia bisnis digital khususnya online marketplace.

“Saya ga tau itu ya marketplace online, saya hanya belajar aja dari aplikasi (otodidak)”. katanya.

Mendengar kabar adanya pembukaan Kampus UMKM di Bandung, pria kelahiran 1995 ini langsung mendaftarkan diri. Pemuda ini bermaksud untuk mengasah kemampuan bisnis digitalnya agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Dengan menerapkan sembilan pelatihan modul yang diberikan oleh para trainer di Kampus UMKM, Wendi berhasil mengoptimalkan performa tokonya, melalui iklan dan promo di .

“Sebelum bergabung dengan kampus UMKM misalnya, saya belum banyak tahu tentang fungsi promo dan cara menggunakannya. Setelah bergabung di Kampus UMKM , banyak diajarkan strategi pemasaran, salah satunya memaksimalkan fitur iklan yang bantu toko kita lebih maksimal,” paparnya.

Kampus UMKM memang menjadi salah satu bentuk komitmen untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis mereka.

“Kami memberikan materi yang berfokus pada optimalisasi cara berjualan online di Shopee. Melalui materi ini, kami berharap dapat membantu para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya,” ungkap trainer Kampus UMKM Shopee Bandung, Ayu Subagya.

Pelatihan yang didapatkan dari Kampus UMKM Shopee ternyata langsung membuahkan hasil signifikan bagi bisnisnya. Saat ini, Indahfashion26 sudah memiliki 52 ribu pengikut aktif di Shopee. Tidak main-main, omzetnya bahkan melesat naik hingga 60 persen.

Selain itu, bisnis yang ia rintis seorang diri dalam kurun waktu dua tahun ini, nyatanya juga membawa berkah bagi orang-orang di sekitar Wendi. Hingga awal tahun 2022, Wendi berhasil memberdayakan 42 orang di lingkungan sekitarnya yang bergabung menjadi karyawan.

Salah satunya adalah Mardani. Pria ini mengakui bahwa semenjak pelatihan dari Kampus UMKM Shopee, penjualan tumbuh makin pesat, dan berdampak pada kondisi ekonomi keluarganya.

“Alhamdulillah, setelah saya ikut sama Mas Wendi, Mas Wendi di Shopee, Alhamdulillah dibantu sama Mas Wendi, ada peningkatan ekonomi juga.” tambah Mardani.

Ke depannya, Wendi berencana untuk meningkatkan kualitas produknya dengan menggunakan kain rajutnya yang lebih kuat dengan jahitan yang lebih kokoh.

Selain itu, berbekal ilmu dari pelatihan yang telah didapatkan dari Kampus UMKM Shopee, Wendi akan terus menerapkan metode yang efektif dan efisien dalam berjualan online, agar performa tokonya meningkat dan bisnisnya dapat berkembang lebih pesat.

Kehadiran Kampus UMKM Shopee di Bandung, Solo, Semarang, Jakarta, DI Yogyakarta dan Medan telah membantu ribuan UMKM lokal belajar mengoptimalkan penjualan online dan bisa berkembang.*

(Ibnu Galansa Montazerry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here