Sosok Syahputra Wibowo, Doktor Muda Berusia 26 Tahun

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Tokoh ยท 2 Jul 2022 11:09 WIB

Sosok Syahputra Wibowo, Doktor Muda Berusia 26 Tahun


 Syahputra Wibowo, doktor muda UB berusia 26 tahun. (Universitas Brawijaya/Bogordaily.net) Perbesar

Syahputra Wibowo, doktor muda UB berusia 26 tahun. (Universitas Brawijaya/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Syahputra Wibowo merupakan mahasiswa program doktor jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Brawijaya (UB) yang telah menjadi doktor muda di usia 26 tahun.

Laki-laki dengan sapaan Putra ini adalah salah seorang penerima beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Dikutip dari Detik, Putra dulunya merupakan mahasiswa jurusan Biologi angkatan 2013. Dia rampung gelar sarjana hanya dalam 3,5 tahun.

Alasan mengapa di usia yang cukup muda ini Putra sudah bisa lulus jenjang doktor adalah, dia berhasil mengenyam S2 selama satu tahun dan S3 tiga tahun melalui beasiswa tersebut.

“PMDSU adalah beasiswa magister menuju doktoral untuk sarjana unggul, jadi saya menyelesaikan program S2 satu tahun dan S3 tiga tahun”, ucapnya dikutip dari laman kampus.

Saat menempuh jenjang doktoral di UB, Putra meneliti penggunaan senyawa bioinorganik astaxanthin yang dikomplekskan dengan ion logam transisi Cu2+ dan Zn2+ untuk menjaga kestabilan albumin terglikasi pada pasien diabetes melitus.

“Protein ini merupakan marker pada penderita diabetes melitus sehingga proses transporter maupun scavenger dari protein albumin yang merupakan protein paling banyak dalam darah dapat berjalan seperti orang normal pada umumnya”, terangnya.

Selain memperoleh beasiswa PMDSU, Putra juga menerima beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional untuk mahasiswa S3 agar meraih pengakuan internasional.

Melalui program tersebut, dia melakukan penelitian kolaboratif atau joint research dengan sejumlah universitas di luar negeri, salah satunya adalah kampus tertua di Eropa.

“Host university di Italia yang menjadi wadah research saya adalah Universita degli Studi di Siena, di bawah bimbingan Prof. Rebecca Pogni, Ph.D., Jessica Costa, Ph.D., dan Maria Camilla Baratto, Ph.D.,” ujar Putra.

“Universitas tersebut merupakan salah satu universitas tertua di Eropa di mana dibangun pada tahun 1240 dan telah melahirkan berbagai tokoh hebat dunia,” lanjutnya.

Selain melakukan penelitian di kampus Italia, dia juga menjalani riset co-kolaborasi dengan Hiroshima University di bawah arahan Prof. Koichi Matsuo.

Hasil joint research yang dilakoni doktor muda UB itu sudah dipublikasikan di jurnal Q1 Scopus dengan H-Index 195 dan Impact Factor 5.925.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Mengenal Sultan Hamengkubuwana IX, Bapak Pramuka Indonesia

13 Agustus 2022 - 18:59 WIB

Sosok Gudfan Arif Ghofur, Bendahara Umum PBNU Gantikan Mardani Maming

13 Agustus 2022 - 15:33 WIB

Profil Bima Sakti, Arsitek Timnas U-16 yang Jadi Juara AFF 2022

12 Agustus 2022 - 23:47 WIB

Profil Sayuti Melik Tokoh Penting di Balik Teks Proklamasi

12 Agustus 2022 - 21:45 WIB

profil Sayuti melik

Lantang Bongkar Upaya Suap Ferdy Sambo, Ini Profil Ketua LPSK Hasto Atmojo Saroso

12 Agustus 2022 - 19:43 WIB

Profil dan Biodata AKP Rita Yuliana, Polwan Cantik Dipusaran Kasus Ferdy Sambo

12 Agustus 2022 - 16:06 WIB

Trending di Tokoh