Bogordaily.net – Alokasi anggaran sebesar Rp4,14 miliar oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk pengadaan bingkai foto Presiden dan Wakil Presiden di program Sekolah Rakyat tengah menjadi perhatian publik.
Pengadaan tersebut disebut dikerjakan oleh satu vendor tunggal melalui mekanisme e-purchasing.
Polemik muncul setelah nilai anggaran pada tahun 2026 disebut mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp2,72 miliar hanya dalam satu tahun.
Besarnya anggaran itu memicu berbagai reaksi di masyarakat. Tidak sedikit publik mempertanyakan urgensi penggunaan dana negara untuk pengadaan bingkai foto di tengah dorongan efisiensi anggaran pemerintah.
Di media sosial, sejumlah warganet menilai dana miliaran rupiah seharusnya bisa lebih diprioritaskan untuk kebutuhan pendidikan lain yang dianggap lebih mendesak, seperti fasilitas belajar, bantuan siswa, hingga peningkatan kualitas pengajaran di Sekolah Rakyat.
Namun di sisi lain, pengadaan tersebut diklaim sebagai bagian dari standarisasi fasilitas pendidikan sekaligus upaya memperkuat nilai nasionalisme di lingkungan sekolah.
Meski demikian, lonjakan anggaran yang cukup besar membuat publik meminta adanya transparansi lebih rinci terkait proses pengadaan, spesifikasi barang, hingga alasan penunjukan vendor tunggal dalam proyek tersebut.
Mekanisme e-purchasing yang digunakan dalam pengadaan ini juga ikut menjadi sorotan. Sejumlah pihak menilai seluruh proses harus dibuka secara jelas kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi maupun kecurigaan terkait penggunaan anggaran negara.
Hingga kini, polemik mengenai anggaran pengadaan bingkai foto Presiden dan Wakil Presiden itu masih ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat.***
