Bogordaily.net – Akun Instagram Pesona Indonesia tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan permintaan penggunaan konten kreator tanpa imbalan yang memicu perdebatan di media sosial.
Isu ini mencuat setelah seorang kreator konten membagikan tangkapan layar percakapan Direct Message (DM) dengan akun tersebut melalui Instagram pribadinya, @dikbuul, pada 5 Mei 2026.
Unggahan tersebut dengan cepat viral dan memancing beragam respons, mulai dari dukungan terhadap kreator hingga kritik terhadap praktik penggunaan konten oleh akun institusi.
Awal Mula Polemik Permintaan Konten
Dalam percakapan yang diunggah, akun Pesona Indonesia terlihat menghubungi kreator untuk meminta izin menggunakan ulang (repost) video miliknya.
“Dengan izinmu, kami ingin menampilkan dan membagikan ulang video tersebut di akun resmi TikTok kita untuk menginspirasi lebih banyak orang agar mengenal keindahan Indonesia,” tulis akun @pesona.indonesia.
Tak berhenti sampai di situ, akun tersebut juga meminta file asli video dengan alasan menjaga kualitas konten yang akan diunggah ulang.
“Jika berkenan, untuk memastikan kualitas terbaik saat membagikan ulang konten kamu yang luar biasa, bolehkah kami meminta file video…”
Namun, permintaan tersebut tidak disambut positif oleh kreator yang bersangkutan.
Ia menolak secara langsung dan menyatakan bahwa pencantuman kredit saja tidak cukup sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang telah ia produksi secara mandiri.
“Mencantumkan kredit saja, mohon maaf saya belum bisa,”
Kreator tersebut juga menjelaskan bahwa seluruh proses produksi kontennya dilakukan secara independen, mulai dari biaya perjalanan hingga peralatan yang digunakan.
“Saya explore touring make uang sendiri, gear beli sendiri, semua serba sendiri,”
Pernyataan ini kemudian memicu diskusi lebih luas mengenai etika penggunaan konten digital, terutama oleh institusi besar terhadap kreator individu.
Siapa Pemilik Akun Pesona Indonesia?
Banyak warganet kemudian mempertanyakan siapa sebenarnya pihak di balik akun Pesona Indonesia.
Secara resmi, akun ini merupakan bagian dari kampanye branding pariwisata nasional yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Program “Pesona Indonesia” telah lama menjadi identitas promosi pariwisata Indonesia, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Melalui akun media sosialnya, kampanye ini bertujuan memperkenalkan kekayaan alam, budaya, serta destinasi unggulan Indonesia kepada publik yang lebih luas.
Pengelolaan akun Pesona Indonesia tidak dilakukan secara sederhana. Di baliknya terdapat tim komunikasi, kreatif, hingga digital strategist yang merancang konten secara terstruktur.
Konten yang diunggah biasanya berupa foto dan video berkualitas tinggi yang menampilkan keindahan alam, tradisi budaya, hingga pengalaman wisata di berbagai daerah.
Selain produksi internal, akun ini juga kerap menjalin kolaborasi dengan kreator konten, fotografer, hingga influencer untuk memperluas jangkauan promosi.
Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran digital pariwisata, mengingat peran kreator semakin besar dalam memengaruhi minat wisatawan.
Isu Etika dan Apresiasi Kreator Jadi Sorotan
Kasus ini kembali membuka diskusi tentang pentingnya penghargaan terhadap karya kreator, terutama dalam ekosistem digital yang semakin berkembang.
Banyak pihak menilai bahwa penggunaan konten, terlebih oleh akun resmi atau institusi besar, seharusnya disertai dengan kompensasi yang layak, bukan sekadar kredit.
Di sisi lain, praktik permintaan izin penggunaan ulang konten sebenarnya bukan hal baru dalam dunia media sosial.
Namun, transparansi, kesepakatan, serta bentuk apresiasi menjadi faktor penting yang menentukan apakah kolaborasi tersebut dinilai adil atau tidak.
Polemik ini menjadi refleksi bagi semua pihak, baik institusi maupun kreator, tentang pentingnya komunikasi yang jelas dan profesional dalam kerja sama konten.
Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif digital, hubungan yang sehat antara kreator dan pengguna konten menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.***
