Bogordaily.net – SPMB SD/SMP Kota Bogor 2026 mulai bergerak. Pelan. Tapi pasti. Seperti biasa: dimulai dari pembuatan akun. Bukan antrean di sekolah. Bukan lagi orang tua datang subuh membawa map plastik bening.
Kini semua dimulai dari layar.
Dinas Pendidikan Kota Bogor membuka tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru tahun ajaran 2026/2027 sejak 11 Mei 2026. Para calon siswa sudah bisa mengisi data, mengunggah dokumen, sampai memasukkan sertifikat prestasi dari rumah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hery Karnadi, menjelaskan akun pendaftaran menjadi pintu pertama seluruh proses seleksi.
“Data siswa, sertifikat, data kependudukan dan lainnya sudah mulai bisa diinput sejak 11 Mei,” ujarnya di Balai Kota Bogor.
Untuk jenjang SMP, masa pendaftaran dibuka mulai 2 Juni hingga 23 Juni 2026. Tahun ini Pemerintah Kota Bogor tetap menggunakan empat jalur penerimaan.
Yakni jalur domisili sebesar 40 persen, afirmasi 25 persen, mutasi 5 persen, dan prestasi 30 persen.
Angka-angka itu terlihat biasa saja. Tetapi di baliknya ada ribuan orang tua yang mulai menghitung peluang anaknya masuk sekolah negeri.
Total kuota SMP Negeri di Kota Bogor tahun ini mencapai 7.160 siswa.
Di tahap berikutnya, data kependudukan akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Sementara data sosial calon peserta jalur afirmasi dicek oleh Dinas Sosial.
Pemkot Bogor tampaknya tidak ingin kecolongan lagi.
Beberapa tahun terakhir isu “titip nama” di kartu keluarga selalu muncul menjelang penerimaan siswa baru. Tahun ini pengawasan diperketat hingga melibatkan camat dan lurah untuk memastikan validitas domisili.
Bahkan kapasitas server pendaftaran juga disebut sudah ditingkatkan. Barangkali pemerintah mulai belajar bahwa kemacetan server bisa membuat kepanikan lebih besar dibanding pengumuman hasil seleksi.
Untuk jalur prestasi, tes akademik maupun non-akademik dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 29 Juni 2026.
Lalu tibalah hari yang paling ditunggu: pengumuman.
Hasil seleksi SMP diumumkan pada 1 Juli 2026.
Sedangkan pengumuman SD lebih cepat, yakni 22 Juni 2026. Khusus SD hanya tersedia tiga jalur penerimaan: domisili, afirmasi, dan mutasi.
Dalam skema SPMB SD/SMP Kota Bogor 2026 ini, calon siswa nantinya bisa memilih sekolah tujuan serta jalur pendaftaran mulai 2 Juni.
Pilihan sekolah diperbolehkan hingga tiga opsi.
“Dia mau jalur domisili, sekolahnya di mana, pilihan satu, dua, dan tiga,” kata Hery.
Yang menarik justru bukan soal teknisnya.
Melainkan bagaimana setiap tahun penerimaan siswa baru selalu menjadi arena kecemasan baru bagi keluarga kelas menengah perkotaan. Semua ingin sekolah negeri. Semua ingin dianggap dekat domisili. Semua berharap jalur prestasi menjadi penyelamat.
Padahal kursinya tetap terbatas.
Dan seperti biasa, ketika pengumuman tiba nanti, akan ada yang bersorak. Akan ada pula yang diam lama di depan layar ponsel.
Itulah wajah tahunan SPMB SD/SMP Kota Bogor 2026. Bukan sekadar proses administrasi pendidikan. Tetapi juga pertarungan harapan ribuan keluarga di Kota Hujan.***
