Bogordaily.net – Tubagus Haikal Gilang Mandala Putra itu siapa. Pertanyaan itu mendadak ramai di media sosial sejak video wisuda seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran viral. Bukan karena toga yang dipakainya. Bukan pula karena pidato wisudanya. Tapi karena 22 karangan bunga berjajar rapi untuknya.
Itu bukan jumlah biasa.
Di tengah ribuan wisudawan yang datang dan pulang dengan pelukan keluarga, nama Tubagus Haikal Gilang Mandala Putra justru menjadi pusat perhatian. Karangan bunga berdatangan dari berbagai tokoh. Ada nama pejabat daerah. Ada ucapan dari pimpinan instansi. Bahkan disebut-sebut ada kiriman dari tokoh nasional.
Video itu pertama kali ramai di Threads. Setelah itu menyebar ke TikTok dan Instagram. Publik pun mulai bertanya-tanya: siapa sebenarnya Haikal?
Tubagus Haikal Gilang Mandala Putra itu siapa akhirnya terjawab setelah warganet menelusuri latar belakang keluarganya. Haikal diketahui merupakan putra kedua H. Wawan Hikal Kurdi atau yang akrab disapa Wanhay.
Nama Wanhay bukan sosok asing di Kabupaten Bogor. Ia kini menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bogor periode 2024–2029. Ia juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor.
Karena itu, banyak yang menilai derasnya ucapan selamat kepada Haikal tidak lepas dari jaringan sosial dan politik sang ayah.
Namun perjalanan Wanhay sendiri tidak dibangun dalam semalam.
Ia lahir di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Bogor, tahun 1974. Anak bungsu dari sembilan bersaudara. Ayahnya pernah menjadi kepala desa. Tetapi hidupnya tidak selalu mudah.
Sebelum duduk di kursi DPRD, Wanhay pernah berjualan nasi goreng di Pasar Bogor. Ia juga sempat bekerja sebagai operator hotel di kawasan Puncak. Dari sana kariernya perlahan naik ke dunia properti dan perhotelan sebelum akhirnya masuk politik.
Tahun 2008 menjadi titik penting. Saat itu ia pertama kali terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor. Setelah empat periode bertahan, pengaruh politiknya makin kuat.
Di sisi lain, Haikal tampaknya memang mulai disiapkan mengikuti jejak ayahnya.
Dalam sebuah agenda Partai Golkar beberapa tahun lalu, Wanhay pernah mengungkapkan keinginannya agar sang anak belajar politik sejak muda. Haikal kerap diajak menghadiri kegiatan partai dan organisasi agar mengenal dunia lapangan secara langsung.
Haikal sendiri disebut tertarik pada bidang hukum dan politik. Ia lahir pada 2004 dan dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi bersama sang ayah.
“Apa yang diharapkan ayah, Insyaallah saya siap,” begitu pernyataan Haikal yang kembali ramai dikutip setelah video wisudanya viral.
Fenomena ini kemudian memancing perdebatan di media sosial. Ada yang menganggap itu hal biasa karena anak pejabat. Ada pula yang melihatnya sebagai simbol kuatnya jejaring sosial dan politik di daerah.
Tetapi satu hal jelas: video wisuda itu berhasil membuat publik penasaran.
Dan sekarang, pertanyaan Tubagus Haikal Gilang Mandala Putra itu siapa menjadi salah satu pencarian yang paling banyak muncul di media sosial sejak akhir pekan lalu.***
