HomeKota BogorHadir di TPN XIII, Dewan Pendidikan Kota Bogor Tekankan Penanaman Karakter Berbasis...

Hadir di TPN XIII, Dewan Pendidikan Kota Bogor Tekankan Penanaman Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital

Bogordaily.net — Dewan Pendidikan Kota Bogor didapuk menjadi salah satu narasumber utama dalam acara Bincang Pendidikan yang merupakan rangkaian kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Daerah. Acara yang mengumpulkan para pahlawan tanpa tanda jasa ini diselenggarakan di SMPN 19 Kota Bogor, pada 13-14 Juni 2026.

Tahun ini, TPN memasuki tahun ke-13 penyelenggaraannya. Forum tahunan ini menjadi titik kulminasi petualangan guru dalam belajar, berkarya, dan berkarier sepanjang tahun. Dimulai dari rangkaian kegiatan di 45 daerah, puncak perayaan TPN XIII ini rencananya akan diselenggarakan pada bulan November 2026 mendatang dengan mengusung tema besar “Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia”.

Hadir mewakili Dewan Pendidikan Kota Bogor, Bisma Widyawan selaku Anggota Komisi A Bidang Akses dan Pemerataan Pendidikan, memberikan penekanan tajam terkait tantangan pendidikan di era disrupsi informasi. Bisma menitipkan pesan kepada para pendidik agar tidak melupakan kearifan lokal yang menjadi akar budaya masing-masing daerah dalam proses pengajaran.

“Pendidikan anak sejatinya tidak hanya dibentuk di dalam ruang lingkup keluarga dan sekolah, tetapi juga oleh masyarakat di mana anak tersebut bergaul. Tantangannya hari ini, konsep ‘masyarakat’ telah meluas tanpa batas wilayah akibat perkembangan teknologi dan media sosial,” ujar Bisma dalam paparannya.

Menurutnya, akses informasi yang begitu masif tanpa adanya filter yang kuat memunculkan kekhawatiran tersendiri. Jika dibiarkan, jati diri dan karakter generasi mendatang sebagai bangsa Indonesia terancam mengalami degradasi atau terkikis arus globalisasi. “Pendidikan tidak sekadar menyoal transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga soal menanamkan nilai kepribadian, budi pekerti, dan karakter,” tegasnya.

Sesi Bincang Pendidikan kali ini mengangkat topik “Merawat Kepedulian, Menguatkan Kolaborasi: Pendidikan sebagai Jalan Mewujudkan Cita-Cita Kolektif”. Selain Dewan Pendidikan, forum ini turut menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan lainnya sebagai narasumber, yakni Trisno Widodo (Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kota Bogor), Satria Dharma (Ikatan Guru Indonesia), Budi Setiawan (Guru SMAN 1 Babakan Madang), dan Maman Basyaiban (Guru Belajar Foundation).

Diskusi lintas sektor tersebut menghasilkan satu kesepakatan kuat: peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial atau berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi dari kelima pilar utama (pentahelix), yaitu Sekolah, Pemerintah, Masyarakat, Swasta, hingga peran Media.

Seluruh narasumber sepakat bahwa peran sentral seorang pendidik, khususnya guru, sangatlah vital dalam menjahit kolaborasi tersebut menjadi aksi nyata. Oleh karena itu, dukungan, perhatian, serta penghargaan yang layak terhadap profesi guru tidak boleh terabaikan demi terwujudnya cita-cita kolektif pendidikan Indonesia.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here