Bogordaily.net – Masjid Baitussyifa Rumah Sakit Islam (RS) Bogor menggelar Kajian Inspiratif dengan menghadirkan tokoh publik sekaligus pendakwah, Angelina Sondakh, pada Sabtu, 7 November 2026.
Mengusung tema “Syafaat yang Terganti”, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB di Masjid Baitussyifa RS Islam Bogor, Jalan Perdana Raya No. 22, Kedung Badak, Kota Bogor, ini diikuti jamaah dari berbagai wilayah Bogor dan sekitarnya.
Kajian yang terbuka untuk umum tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperdalam ilmu agama sekaligus melakukan refleksi diri, khususnya dalam membangun kembali kedekatan dengan Allah SWT dan Al-Qur’an di tengah kehidupan modern.
Dalam tausiyahnya, Angelina Sondakh mengajak jamaah untuk lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari, terutama dalam menggunakan teknologi digital.
Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain handphone, tetapi justru memiliki sedikit waktu untuk membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Melalui tema yang diangkat, jamaah diajak untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dibaca sesekali, tetapi juga dipahami dan diamalkan.
Direktur RS Islam Bogor, dr. Saptono Rahardjo, mengatakan bahwa kehadiran Angelina Sondakh dalam kajian tersebut dilatarbelakangi perjalanan hidupnya yang dinilai memiliki banyak pelajaran dan inspirasi bagi masyarakat.
“Kami menghadirkan Ustadzah Angelina Sondakh karena beliau memiliki perjalanan hidup yang penuh pembelajaran dan inspirasi. Pengalaman hidup beliau memberikan pesan tentang bagaimana seseorang dapat melakukan introspeksi, memperbaiki diri, bangkit, dan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT serta Al-Qur’an,” ujar dr. Saptono.
Ia berharap, pengalaman hidup dan tausiyah yang disampaikan Angelina Sondakh dapat memberikan motivasi kepada jamaah untuk terus memperbaiki diri serta meningkatkan keimanan.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya RS Islam Bogor untuk menjadikan masjid sebagai ruang terbuka bagi masyarakat, tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga menimba ilmu dan mempererat tali silaturahmi.
“Kami ingin masjid di RS Islam Bogor menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk menimba ilmu, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama meningkatkan keimanan,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Saptono menyampaikan bahwa penyelenggaraan kajian tersebut merupakan bagian dari komitmen RS Islam Bogor dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya mengutamakan profesionalisme, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai Islami.
Dengan adanya kegiatan ini, RS Islam Bogor berharap Masjid Baitussyifa dapat terus menjadi pusat kegiatan keagamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, sekaligus mengajak umat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui Al-Qur’an.***

