Bogordaily.net – Jembatan Pamuruyan Cibadak longsor separo, pada Selasa, 13 Desember 2022. Jembatan yang berada di Kabupaten Sukabumi itu ambrol, sebagian jembatan itu runtuh.
Sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi akan diberlakukan buka tutup untuk mengantisipasi kemacetan.
Kondisi jembatan itu kini menghawatirkan dan mengerikan. Detik-detik runtuhnya jembatan itu beredar di media sosial.
Videonya wara wiri di lini masa media sosial. Seperti yang dibagikan akun Instagram @net2net. Nampak sebagian dari Jembatan Pamuruyan Cibadak longsor.
Trotoar di badan jembatan ambruk ke sungai Cicatih, dengan panjang kurang lebih 10 meter.
Terlihat garis pengamanan sudah dipasang oleh petugas kepolisian. Sehingga kendaraan yang melintas harus bergantian, baik dari arah Bogor maupun Sukabumi.
“Macet dari arah bogor maupun sukabumi, badan jembatan Pamuruyan ambruk. Infonya kejadian jam 9,” jelas Ibnu warga Parungkuda yang melintas menggunakan motor seperti penampakan Sukabumiupdate -jaringan suara.com.
Belum diketahui pasti penyebab dan waktu kejadiannya, namun ambrolnya sebagian badan jembatan ini di tengah pengerjaan jembatan Pamuruyan Dua, yang saat ini tengah dilakukan oleh penyelesaian PUPR.
Jembatan duplikasi ini akan dibangun tepat di sebelah jembatan Pamuruyan Lama. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan duplikasi Jembatan Pamuruyan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Ini sebagai upaya memperluas akses untuk mengurangi kemacetan di Cibadak Sukabumi.
PUPR menyebut, anggaran pembangunan sebesar Rp 60 miliar dan sejumlah bidang tanah milik warga kemudian fasilitas umum termasuk masjid harus direlokasi. Asisten Pelaksana Pengawasan Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR wilayah II Jawa Barat Charlie mengatakan anggaran sebesar Rp 60 miliar itu rinciannya Rp 20 miliar untuk membakar lahan dan Rp 40 miliar untuk pembangunan.
Dia mengungkapkan, setelah penyiksaan memasang titik koordinat untuk memasang lahan ada sekitar 20 bidang tanah dari 19 Kartu Keluarga (KK) dan tiga fasilitas umum yang harus direlokasi.
PUPR merencanakan perkebunan sejak tahun 2018, tetapi terus ditunda karena berbagai hal. Pembangunan duplikasi jembatan Pamuruyan ini perlu dilakukan karena jembatan lama yang sekarang masih digunakan oleh masyarakat sudah berusia lebih dari 50 tahun.***
Copy Editor: Riyaldi
Simak Video Lainnya dan Kunjungi YouTube BogordailyTV
